1,1 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta, Arus Mudik Mulai Memuncak Lebih Cepat

Kepadatan kendaraan pemudik terlihat di ruas Tol Jakarta-Cikampek menuju arah timur, Selasa (17/3). Lonjakan arus mudik Lebaran 2026 mulai terjadi lebih awal, seiring meningkatnya jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta. Foto: Oppal.

JAKARTA, mulamula.id – Arus mudik Lebaran 2026 mulai menunjukkan lonjakan signifikan bahkan sebelum puncak libur tiba. Data terbaru mencatat lebih dari 1,1 juta kendaraan sudah meninggalkan Jakarta hingga Selasa (17/03) malam.

Angka ini jadi sinyal awal bahwa gelombang mudik tahun ini bergerak lebih cepat dari perkiraan.

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero), Rivan A. Purwantono, menyebut volume kendaraan tersebut sudah mencapai sekitar 32 persen dari total proyeksi arus mudik. Tren ini terus meningkat dari hari ke hari.

“Arus kendaraan keluar Jakarta sudah mencapai 1,1 juta unit dan terus bertambah,” ujarnya.

Lonjakan Lebih Awal

Kenaikan ini terjadi seiring dimulainya libur Lebaran. Banyak masyarakat memilih berangkat lebih awal untuk menghindari kepadatan puncak.

Strategi ini mulai terlihat sebagai pola baru. Pemudik kini tidak lagi menunggu H-3 atau H-2, tetapi bergerak lebih cepat untuk mencari jalur yang relatif lengang.

Baca juga: Viral Tiket Palangka Raya-Jakarta Rp200 Juta, Garuda Ungkap Faktanya

Namun, konsekuensinya jelas. Lonjakan terjadi lebih merata dan lebih panjang dalam waktu.

One Way Jadi Andalan

Untuk mengantisipasi kepadatan, Jasa Marga mulai menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) tahap pertama.

Skema ini berlaku dari KM 70 hingga KM 263. Fokusnya, mempercepat arus kendaraan dari barat menuju timur, terutama ke arah Jawa Tengah.

Tidak hanya jalur utama, rest area di jalur A dan B juga disiapkan agar tetap bisa digunakan pemudik. “Kami pastikan rest area tetap optimal digunakan selama rekayasa berlangsung,” kata Rivan.

Langkah ini menunjukkan bahwa manajemen lalu lintas tidak lagi hanya soal jalan, tetapi juga soal fasilitas pendukung.

Cikampek Jadi Titik Kritis

Lonjakan paling terasa terjadi di Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama, Purwakarta, Jawa Barat. Gerbang ini memang dikenal sebagai simpul utama arus mudik Trans Jawa.

Data Jasa Marga Trans Jawa Tol menunjukkan peningkatan ekstrem. Pada shift pertama saja, jumlah kendaraan melonjak hingga 201 persen dibanding kondisi normal.

Sebanyak 25.000 kendaraan tercatat melintas hanya dalam satu periode waktu menuju arah timur.

Baca juga: Heboh Penerbangan Internasional Dihentikan, Kemenhub Tegaskan: Hoaks!

Vice President Corporate Secretary & Legal Jasa Marga Trans Jawa Tol, Ria Marlinda Paalo, menyebut angka ini masih akan terus naik.

“Volume kendaraan menuju Jawa Tengah diperkirakan terus meningkat, terutama dengan adanya rekayasa one way yang menambah kapasitas jalan,” jelasnya.

Mudik 2026: Lebih Cepat, Lebih Padat

Fenomena ini memberi satu gambaran penting, pola mudik sedang berubah.

Pergerakan lebih awal membuat distribusi kendaraan menjadi lebih panjang. Namun di sisi lain, volume tetap tinggi dan berpotensi menumpuk di titik-titik krusial.

Artinya, tantangan tahun ini bukan hanya puncak arus mudik, tetapi juga bagaimana mengelola lonjakan yang terjadi lebih dini.

Bagi pemudik, keputusan waktu berangkat kini menjadi faktor kunci. Bukan hanya soal cepat sampai, tapi juga soal strategi membaca arus. ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *