83 Warga Masih Hilang, Operasi SAR Longsor Cisarua Dikebut 24 Jam

Petugas gabungan melakukan pencarian korban di lokasi longsor Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, di tengah operasi SAR yang berlangsung nonstop. Foto: @bsmikotacimahi.

BOGOR, mulamula.idUpaya penyelamatan korban longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terus dikebut. Hingga kini, sekitar 83 warga masih dalam pencarian, membuat operasi SAR dilakukan tanpa henti siang dan malam.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menyampaikan duka mendalam atas korban jiwa dalam bencana ini. Ia menegaskan, fokus utama pemerintah saat ini adalah menyelamatkan korban yang kemungkinan masih tertimbun material longsor.

“Kami mengutamakan penyelamatan jiwa. Operasi SAR dilakukan 24 jam non-stop karena masih ada puluhan warga dalam pencarian,” ujar Pratikno saat meninjau lokasi bersama Wakil Presiden.

SAR Diperkuat, Alat Berat Dikerahkan

Tim SAR gabungan bekerja dalam kondisi medan berat dan tanah labil. Basarnas memimpin operasi dengan dukungan TNI, Polri, BNPB, BPBD, serta relawan. Ratusan personel diterjunkan, dibantu alat berat untuk membuka akses dan mempercepat evakuasi.

Baca juga: Longsor Cisarua: 16 Jenazah Ditemukan, Ratusan Warga Masih Mengungsi

Korban yang berhasil ditemukan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk proses identifikasi oleh tim kepolisian. Pemerintah memastikan penanganan jenazah dilakukan secara layak dan bermartabat sebelum diserahkan kepada keluarga.

Pengungsi Butuh Kepastian

Di sisi lain, ratusan warga terdampak masih bertahan di pengungsian. Pos kesehatan beroperasi 24 jam dengan dukungan ambulans dan tenaga medis. Layanan trauma healing juga diberikan, terutama untuk anak-anak dan lansia.

Kebutuhan logistik menjadi perhatian penting. Makanan siap saji, sembako, selimut, dan perlengkapan darurat terus disalurkan agar para pengungsi tetap terpenuhi kebutuhannya.

Bantuan Sosial dan Layanan Darurat

Kementerian Sosial bersama dinas sosial daerah mulai menyalurkan bantuan bagi keluarga korban dan warga terdampak. Pendataan terus diperbarui untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

“Pelayanan untuk pengungsi harus maksimal karena mereka kehilangan tempat tinggal dan rasa aman,” kata Pratikno.

Relokasi Mulai Dibahas

Pemerintah juga menyiapkan langkah jangka panjang. Kawasan terdampak dinilai berisiko tinggi mengalami longsor susulan. Karena itu, opsi relokasi warga ke lahan yang lebih aman mulai dibahas bersama pemerintah daerah.

Identifikasi lokasi baru dipercepat untuk mencegah tragedi serupa terulang di masa depan.

Bencana ini kembali mengingatkan bahwa wilayah rawan longsor membutuhkan penataan ruang yang lebih ketat, terutama di tengah pola cuaca ekstrem yang makin sering terjadi. ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *