
JAKARTA, mulamula.id – Pernah scrolling medsos lalu merasa ada yang “salah” dengan sebuah kata? Bukan typo, bukan auto-correct. Thailand kini mulai ditulis Tailan. Begitu juga Paraguay yang menjadi Paraguai. Perubahan ini pelan-pelan bakal hadir di ruang digital kita, dari peta, kamus, sampai dokumen resmi.
Bagi banyak orang, urusan ejaan mungkin terdengar sepele. Tapi, cara kita menyebut dan menulis nama negara ternyata bagian dari gaya hidup berbahasa. Bahasa hidup mengikuti kebiasaan penggunanya.
Mulai April 2026, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) akan memuat ejaan baru nama negara asing yang disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia, dan kita semua, sadar atau tidak, akan ikut beradaptasi.
Siapa yang Menentukan Nama Negara?
Bukan KBBI.
Penetapan ejaan baku nama negara asing berada di tangan Badan Informasi Geospasial (BIG). Lembaga ini berperan sebagai National Name Authority Indonesia dalam urusan penamaan geografis.
BIG tidak bekerja sendirian. Mereka berkolaborasi dengan Badan Bahasa, Kementerian Luar Negeri, akademisi, hingga pakar linguistik lewat Sidang Komisi Istilah.
Baca juga: Negara dengan Nama Paling Panjang di Dunia
Tujuannya satu, membuat nama geografis asing selaras dengan kaidah bahasa Indonesia.
Kenapa Thailand Jadi Tailan?
Alasannya linguistik. Penyesuaian dilakukan agar ejaan mengikuti fonologi dan ortografi bahasa Indonesia, cara bunyi dan tulis yang kita gunakan sehari-hari.
Thailand menjadi Tailan
Paraguay menjadi Paraguai
Model seperti ini sebenarnya bukan hal baru. Kita sudah lama menulis “Jepang”, bukan Japan. Atau “Mesir”, bukan Egypt.
Bukan Sekadar Urusan Kamus
Hasil pembakuan nama negara ini tidak hanya berhenti di KBBI. Dokumen resminya sudah disampaikan Indonesia ke forum internasional United Nations Group of Experts on Geographical Names (UNGEGN) sejak 2025.
Artinya, perubahan ini juga diakui dalam standar penamaan geografis global.
Baca juga: Kongo, Dua Negara Satu Nama & Sejarah yang Terpecah
Isu ini mulai ramai dibicarakan publik sejak BIG merilis Peta NKRI terbaru akhir 2025. Dalam peta itu, sejumlah nama negara ditulis dengan ejaan baru, termasuk Tailan, dan memicu perdebatan.
Wajib Dipakai atau Tidak?
Jawabannya, tidak otomatis wajib.
Masuknya istilah ke KBBI tidak serta-merta mengikat semua kementerian atau lembaga. Kewajiban penggunaan bergantung pada dokumen resmi yang disahkan oleh institusi terkait.
Baca juga: Myanmar, Perubahan Nama yang Kontroversial
KBBI berfungsi sebagai pencatat dan rujukan bahasa.
Bukan penentu hukum.
Bahasa itu Hidup
Perubahan ini mengingatkan satu hal penting, bahasa terus bergerak. Beradaptasi dengan zaman, praktik, dan kebutuhan komunikasi.
Baca juga: 7 Negara yang Berikan Tunjangan Pengangguran untuk Warganya
Hari ini mungkin terasa janggal membaca “Tailan”. Tapi siapa tahu, beberapa tahun lagi justru terasa biasa.
Bahasa, seperti penggunanya, selalu berkembang. ***
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.