
JAKARTA, mulamula.id – Hujan belum benar-benar memberi jeda bagi Jakarta. Banjir kembali meluas, meski sempat surut beberapa jam sebelumnya. Data terbaru menunjukkan 125 RT dan 14 ruas jalan di Jakarta masih tergenang air.
Genangan tersebar di Jakarta Barat, Selatan, Timur, dan Utara. Jakarta Pusat dipastikan sudah bebas banjir.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menyebut banjir sempat menyentuh 132 RT pada Kamis malam. Air lalu surut pada Jumat dini hari, menyisakan 106 RT. Namun, hujan kembali turun dan genangan naik lagi pada pagi hari.
Artinya, banjir Jakarta masih bergerak dinamis. Naik, turun, lalu naik kembali.
Empat Wilayah Terdampak, Jakarta Barat Terbanyak
Jakarta Barat menjadi wilayah dengan jumlah RT terdampak paling besar. Sebanyak 38 RT masih terendam banjir, dengan ketinggian air bervariasi.
Beberapa titik mencatat genangan cukup tinggi, bahkan mencapai 150 sentimeter di permukiman tertentu. Jakarta Selatan menyusul dengan 55 RT terdampak, lalu Jakarta Timur 30 RT, dan Jakarta Utara 2 RT.
Baca juga: Jakarta Siaga Cuaca Ekstrem, Sekolah PJJ hingga 28 Januari
Sebagian besar banjir terjadi di kawasan permukiman padat, bantaran sungai, serta wilayah yang secara historis memang rawan genangan saat hujan intens.
Jalan Tergenang, Mobilitas Ikut Tersendat
Tak hanya rumah warga, banjir juga mengganggu akses jalan. Sebanyak 14 ruas jalan terendam dengan ketinggian air 10 hingga 65 sentimeter.
Sejumlah titik berada di jalur strategis, termasuk kawasan Kapuk, Joglo, Petogogan, hingga Kebon Pala. Genangan di jalan membuat arus lalu lintas tersendat dan memaksa pengendara mencari jalur alternatif.
Bagi warga kota, banjir kali ini kembali jadi pengingat rapuhnya mobilitas Jakarta saat hujan ekstrem datang bersamaan.
BMKG Ingatkan Hujan Masih Mengintai
Ancaman belum berakhir. BMKG mengingatkan potensi hujan sedang hingga lebat masih bisa terjadi hingga 26 Januari.
Artinya, risiko banjir susulan tetap terbuka, terutama di wilayah rendah dan daerah aliran sungai. Warga diminta waspada, terutama saat hujan turun berjam-jam tanpa jeda.
Baca juga: Jakarta Sudah Menjadi Megacity Dunia, tapi Negara Belum Siap Mengelolanya
Di Jakarta, hujan bukan sekadar cuaca.
Hujan bisa langsung berubah jadi krisis kota.
Banjir dan Tantangan Kota yang Berulang
Banjir Januari ini menegaskan satu hal, persoalan Jakarta bukan hanya soal hujan.
Drainase, tata ruang, penurunan muka tanah, hingga kepadatan permukiman ikut berperan.
Setiap hujan lebat kembali membuka pertanyaan lama, seberapa siap kota ini menghadapi cuaca ekstrem yang kian sering datang?
Untuk warga, kesiapsiagaan jadi kunci.
Untuk kota, banjir seharusnya tak lagi diperlakukan sebagai kejadian musiman biasa. ***
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.