Longsor Cisarua: 16 Jenazah Ditemukan, Ratusan Warga Masih Mengungsi

Tim SAR gabungan mengevakuasi korban longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, dalam proses pencarian dan penyelamatan yang masih berlangsung. Foto: @gakur1975.

BOGOR, mulamula.id – Bencana longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terus menyisakan duka. Hingga Minggu siang, tim gabungan telah mengevakuasi 16 kantong jenazah dari lokasi terdampak.

Proses identifikasi kini dipusatkan di Pos Disaster Victim Identification (DVI) di Puskesmas Pasirlangu. Polisi menyebut, sembilan korban sudah berhasil dikenali dan dipastikan identitasnya lewat pencocokan data sebelum meninggal.

Identifikasi dilakukan detail. Mulai dari sidik jari, gigi, ciri wajah, hingga data kependudukan digital yang terhubung sistem nasional. Pendekatannya manual dan elektronik. Semua demi memastikan keluarga mendapat kepastian.

Sebagian jenazah yang sudah teridentifikasi telah diserahkan kepada keluarga. Sementara itu, proses lanjutan masih berjalan untuk korban lainnya.

Pencarian Belum Usai

Operasi penyelamatan masih berlangsung tanpa henti. Tim SAR bekerja siang dan malam. Targetnya, menemukan korban yang masih tertimbun material longsor.

Data terakhir menunjukkan sekitar 80 orang masih dalam pencarian. Angka ini membuat operasi darurat belum bisa dihentikan.

Tim yang terlibat bukan hanya satu dua instansi. Ada Basarnas, BNPB, BPBD, TNI, Polri, hingga relawan lokal. Mereka bergantian menggali, menyisir, dan memetakan area rawan.

Petugas gabungan menyisir material longsor di Cisarua, Bandung Barat, untuk mencari korban yang masih tertimbun, di tengah kondisi tanah labil dan medan berat. Foto: @bsmikotacimahi.
Ratusan Warga Mengungsi

Dampak longsor tidak hanya korban jiwa. Lebih dari 30 rumah rusak dari total 34 kepala keluarga di lokasi terdampak paling parah. Banyak bangunan tertimbun atau terancam runtuh.

Sekitar 300 sampai 400 warga kini berada di pengungsian. Mereka kehilangan tempat tinggal dan menunggu kepastian masa depan.

Pos kesehatan dibuka 24 jam. Ambulans siaga. Layanan trauma healing juga diberikan, terutama untuk anak-anak dan keluarga korban.

Pemerintah Fokus Lima Hal

Pemerintah pusat dan daerah membagi penanganan dalam lima kluster utama.

Pertama, pencarian dan pertolongan korban.
Kedua, layanan kesehatan darurat.
Ketiga, logistik seperti makanan, selimut, dan kebutuhan dasar.
Keempat, perlindungan sosial bagi keluarga terdampak.
Kelima, infrastruktur untuk mencegah longsor susulan.

Fokusnya bukan hanya tanggap darurat. Tapi juga keselamatan jangka panjang.

Relokasi Jadi Opsi Serius

Wilayah terdampak dinilai berisiko tinggi. Karena itu, pemerintah mulai membahas relokasi warga ke lahan yang lebih aman.

Langkah ini penting agar tragedi serupa tidak terulang. Identifikasi lokasi baru sedang dipercepat, sambil menunggu situasi benar-benar stabil.

Untuk sekarang, prioritas tetap satu: menyelamatkan korban yang masih mungkin ditemukan dan memastikan para penyintas mendapat perlindungan layak.

Bencana ini jadi pengingat keras. Indonesia hidup di wilayah rawan longsor. Cuaca ekstrem dan tata kelola lahan akan terus jadi faktor penentu keselamatan warga ke depan. ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *