
JAKARTA, mulamula.id – Ketika banyak orang masih menganggap denyut ekonomi Indonesia hanya berputar di kota-kota besar, data terbaru Bank Indonesia justru menunjukkan arah yang mulai berbeda.
Optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi kini tidak lagi hanya bertumpu pada pusat-pusat ekonomi lama.
Survei Konsumen Bank Indonesia April 2026 mencatat kenaikan keyakinan konsumen terbesar terjadi di Pontianak, Bandar Lampung, dan Surabaya. Sementara sejumlah kota lain seperti Medan, Mataram, dan Banjarmasin justru mengalami penurunan optimisme.
Secara sederhana, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) adalah ukuran untuk melihat seberapa percaya masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini dan beberapa bulan ke depan.
Baca juga: Orang Indonesia Masih Optimistis, tapi Mulai Lebih Pilih-pilih Belanja
Rasa percaya diri terhadap ekonomi mulai tumbuh lebih merata dan tidak lagi hanya terkonsentrasi di kota-kota utama.
Di level nasional, IKK April 2026 berada di angka 123,0 atau masih berada di zona optimistis.
Namun di balik angka nasional itu, ada cerita yang lebih menarik, peta optimisme ekonomi Indonesia mulai bergerak.
Daerah Mulai Bergerak
Selama bertahun-tahun, pembicaraan soal ekonomi nasional sering kali terlalu berpusat pada Jakarta dan kota metropolitan besar lainnya.
Padahal pertumbuhan aktivitas ekonomi daerah terus berkembang. Infrastruktur membaik, konektivitas meningkat, ekonomi digital meluas, dan konsumsi rumah tangga di kota-kota regional mulai tumbuh lebih kuat.
Kenaikan optimisme di Pontianak dan Bandar Lampung bisa dibaca sebagai sinyal bahwa masyarakat daerah mulai merasa peluang ekonomi lebih terbuka dibanding sebelumnya.
Di banyak kota, perubahan itu terlihat dari:
- meningkatnya aktivitas perdagangan,
- pertumbuhan usaha lokal,
- ekspansi layanan digital,
- hingga membaiknya akses mobilitas dan logistik.
Ekonomi daerah kini tidak lagi sekadar “mengikuti” kota besar.
Sebagian mulai membangun ritmenya sendiri.

Konsumsi Jadi Kunci
Survei BI juga menunjukkan persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini mengalami kenaikan. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) meningkat menjadi 116,5.
Sementara persepsi terhadap ketersediaan lapangan kerja ikut naik menjadi 108,8.
Ini penting karena konsumsi rumah tangga masih menjadi mesin utama ekonomi Indonesia.
Ketika masyarakat daerah mulai percaya diri untuk bekerja, belanja, membuka usaha, dan melakukan aktivitas ekonomi, dampaknya bisa terasa langsung terhadap pertumbuhan lokal.
Dalam beberapa tahun terakhir, banyak kota di luar pusat ekonomi tradisional juga mulai berkembang lewat sektor:
- perdagangan,
- jasa,
- ekonomi kreatif,
- UMKM digital,
- hingga industri berbasis sumber daya lokal.
Karena itu, optimisme di daerah bukan sekadar angka survei. Tapi, bisa menjadi sinyal perubahan struktur ekonomi domestik.
Tak Lagi Jawa Sentris?
Meski belum sepenuhnya berubah, pola optimisme regional dalam survei BI memberi gambaran bahwa Indonesia perlahan bergerak menuju ekonomi yang lebih tersebar.
Ini penting.
Ketergantungan berlebihan pada segelintir kota besar membuat ekonomi nasional lebih rentan terhadap tekanan lokal, biaya hidup tinggi, hingga ketimpangan pembangunan.
Sebaliknya, ketika kota-kota regional mulai tumbuh percaya diri, ruang pertumbuhan ekonomi nasional menjadi lebih luas.
Apalagi generasi muda daerah kini memiliki akses lebih besar terhadap:
- ekonomi digital,
- pasar daring,
- pekerjaan jarak jauh,
- dan peluang usaha berbasis teknologi.
Karena itu, masa depan ekonomi Indonesia kemungkinan tidak lagi hanya ditentukan oleh gedung-gedung tinggi di pusat ibu kota.
Tetapi juga oleh kota-kota yang selama ini bergerak lebih sunyi.
Dan mungkin, justru dari sanalah optimisme baru sedang tumbuh. ***
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.