Aceh: Gayo, Permata Kopi dari Ujung Barat Indonesia

Kopi Arabika Gayo terkenal akan cita rasa khasnya yang kompleks dan menjadi salah satu andalan ekspor Indonesia. Foto: Antoni Shkraba/ Pexels.

ACEH terkenal di kancah internasional berkat kopi Gayo, yang memiliki reputasi sebagai salah satu kopi Arabika terbaik di dunia.

Dengan total produksi mencapai 663,5 ribu ton selama dekade terakhir, provinsi ini memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi kopi nasional.

Kopi Gayo, yang tumbuh subur di dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah, dan Bener Meriah, memiliki karakteristik cita rasa yang kompleks, dengan keasaman yang seimbang, dan aroma yang khas.

Kopi ini menjadi primadona di berbagai pasar internasional, terutama di Amerika Serikat dan Eropa.

Budidaya Organik dan Ramah Lingkungan

Keunikan kopi Gayo tidak hanya terletak pada rasanya, tetapi juga pada proses budidayanya. Para petani Gayo menerapkan metode budidaya organik dan ramah lingkungan yang telah menjadi warisan secara turun-temurun.

Kearifan lokal ini memastikan bahwa kopi Gayo tidak hanya berkualitas tinggi. Tetapi, juga proses produksi secara berkelanjutan, menjaga keseimbangan alam dan lingkungan sekitar.

Produksi kopi Aceh terus menunjukkan tren positif. Hal ini terlihat dari tingginya permintaan global terhadap kopi Arabika yang berkualitas.

Baca juga: Produksi Kopi Turun, Konsumsi Melonjak: Apa yang Terjadi?

Pemerintah daerah dan berbagai lembaga internasional turut mendukung dengan memberikan pelatihan dan bantuan teknis kepada petani kopi Gayo. Upaya itu untuk meningkatkan produktivitas dan menjaga kualitas kopi yang dihasilkan.

Perlu Peningkatan Akses Pasar Global

Namun, meskipun produksi kopi Gayo terus meningkat, para petani di Aceh masih menghadapi berbagai tantangan.

Fluktuasi harga kopi di pasar internasional, perubahan iklim, dan keterbatasan akses ke pasar menjadi beberapa isu yang harus dihadapi.

Untuk itu, upaya penganekaragaman produk dan peningkatan akses ke pasar global menjadi strategi penting dalam mempertahankan daya saing kopi Gayo dalam kancah pasar internasional.

Di sisi lain, kopi Gayo juga memiliki nilai budaya yang kuat bagi masyarakat Aceh.

Proses budidaya kopi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, mencerminkan hubungan harmonis antara manusia dan alam. Kopi Gayo tidak hanya sekadar komoditas, ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *