Aksara: Kita Ganti Tahun, tapi Pikiran Tetap Sama

Di tengah kota yang tak pernah benar-benar diam, merenung menjadi jeda yang kian langka, namun justru paling dibutuhkan di awal tahun. Foto: Vlada Karpovich/ Pexels.
Tahun Baru, Pikiran Lama

TAHUN segera berganti dengan angka baru.
Kalender diperbarui. Ucapan selamat bertebaran.

Namun di balik semua itu, ada satu hal yang sering luput dari perhatian,
cara kita berpikir.

Kita mengganti tahun, tetapi kebiasaan lama ikut masuk tanpa izin.
Masih mudah reaktif.
Masih cepat menyimpulkan.
Masih tergesa-gesa menilai.

Timeline bergerak cepat,
tetapi pikiran kita sering tertinggal di tempat yang sama.

Resolusi yang Tak Pernah Menyentuh Kepala

Setiap awal tahun, kita menulis resolusi.
Target kerja. Target hidup. Target pencapaian.

Namun jarang sekali ada resolusi tentang bagaimana kita berpikir.
Padahal, di situlah semua keputusan bermula.

Baca juga: Aksara: Semua Ingin Didengar, tapi Sedikit yang Mau Mendengar

Kita hidup di era banjir informasi.
Berita datang tanpa diminta. Opini berjejal tanpa jeda.
Namun, waktu untuk mencerna justru semakin sempit.

Kita membaca sambil lalu.
Menonton sambil menyimpulkan.
Bereaksi sebelum memahami.

Tahun baru berjalan,
tetapi pola lama terus mengulang diri.

Pikiran yang Terlalu Cepat

Kecepatan kini dianggap kecerdasan.
Yang paling cepat berpendapat sering dianggap paling tahu.
Yang paling lantang sering terlihat paling yakin.

Padahal, kebenaran jarang lahir dari tergesa-gesa.
Kebenaran muncul dari membaca utuh, menimbang perlahan, dan memberi ruang bagi keraguan.

Sayangnya, kita jarang memberi pikiran kesempatan itu.
Bukan karena tak mampu,
melainkan karena tak sempat.

Membaca sebagai Bentuk Perlawanan Sunyi

Di dunia yang memuja kecepatan,
membaca pelan terasa seperti kemunduran.

Padahal justru di sanalah pikiran dilatih.
Membaca mengajarkan jeda.
Menunda reaksi.
Menerima kompleksitas.

Baca juga: Aksara: Kita Tak Kehilangan Informasi, Kita Kehilangan Kejernihan

Membaca tidak selalu memberi jawaban cepat,
tetapi membantu kita mengajukan pertanyaan yang lebih jujur.

Dan mungkin itulah yang paling kita butuhkan di awal tahun ini:
bukan jawaban instan,
melainkan pikiran yang lebih jernih.

Mengganti Cara Berpikir

Mungkin tahun ini kita tak perlu resolusi besar.
Cukup satu niat kecil,
berpikir lebih pelan.

Baca juga: Aksara: Hidup Tanpa Membaca, tapi Penuh Berdebat

Membaca lebih dalam.
Tidak selalu ikut ramai.
Tidak selalu harus bersuara.

Karena perubahan paling sunyi sering dimulai dari kepala,
bukan dari kalender.

Akhirnya…

Tahun boleh baru.
Target boleh berubah.
Rencana boleh diperbarui.

Namun jika cara berpikir tetap sama,
kita hanya mengulang pola lama di tanggal yang berbeda.

Salam literasi.

Catatan Redaksi
  • Aksara adalah rubrik khusus mulamula.id yang hadir setiap akhir pekan untuk menggugah publik agar kembali ke khitah ilmu: membaca, memahami, dan berpikir. Lewat tulisan reflektif, satir, hingga inspiratif, Aksara mengingatkan bahwa peradaban besar tidak lahir dari kecepatan scroll, tapi dari halaman yang dibaca dengan sabar.

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Dukung Jurnalisme Kami: https://saweria.co/PTMULAMULAMEDIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *