
JAKARTA, Mulamula.id – Akses jurnal ilmiah bagi perguruan tinggi kini akan dikelola secara terpusat oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Inisiatif ini hadir sebagai solusi atas tingginya biaya langganan jurnal yang kerap membebani anggaran kampus, terutama di tengah kebijakan efisiensi pemerintah.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan pentingnya referensi ilmiah bagi perkembangan akademik. Dalam pertemuan dengan Kepala Perpusnas, Aminudin Aziz, ia menyatakan bahwa budaya ilmiah harus tumbuh dengan akses literatur berkualitas.
“Kita ingin menciptakan budaya cinta literasi di kampus dan menjadikan Perpusnas sebagai pusat pengembangan keilmuan,” ujar Brian, Minggu (9/3/2025).
Baca juga: Ravidho Ramadhan, Doktor Termuda UGM dengan IPK Sempurna
Dampak Positif bagi Kampus Besar dan Kecil
Saat ini, perguruan tinggi besar cenderung memiliki akses jurnal lebih luas dibanding kampus kecil. Dengan sistem langganan terpusat di bawah Perpusnas, akses jurnal akan lebih merata. Selain itu, efisiensi anggaran memungkinkan kampus mengalokasikan dana untuk kebutuhan lain, seperti penelitian dan pengembangan fasilitas.
“Jika Perpusnas yang berlangganan, seluruh masyarakat Indonesia bisa mengakses jurnal berkualitas tanpa terbebani biaya tinggi,” tambah Aminudin.
Baca juga: Kerja Dulu Baru S2 atau S2 Dulu Baru Kerja?
Satgas Khusus dan Optimalisasi Jurnal Nasional
Kemdiktisaintek berencana membentuk satuan tugas yang melibatkan perguruan tinggi, kementerian, dan lembaga terkait. Mereka akan mengidentifikasi jurnal yang paling sering digunakan di Indonesia agar dapat diakses secara luas melalui Perpusnas.
Tantangan lain yang disoroti adalah rendahnya jumlah jurnal nasional yang terindeks Scopus Q1. Saat ini, hanya 11 jurnal dari Indonesia yang masuk kategori tersebut. Wamendiktisaintek, Stella Christie, menyoroti fakta bahwa banyak jurnal berbayar tidak selalu memiliki kualitas terbaik. Sebaliknya, banyak jurnal gratis yang sebenarnya memiliki standar tinggi.
“Kita harus mengoptimalkan anggaran dan meningkatkan kualitas bacaan akademik,” tegas Stella.
Baca juga: 10 Jurusan Kuliah Paling Cuan di 2024: Siapkan Masa Depanmu!
Dirjen Sains dan Teknologi, Ahmad Najib Burhani, juga menekankan pentingnya inovasi dalam sistem akses jurnal. Dengan pembaruan layanan Perpusnas, diharapkan pencarian dan pemanfaatan jurnal akan semakin mudah dan menarik bagi akademisi.
Baca juga: Rahasia Mia Yunita Lulus Sarjana UGM di Usia 20 Tahun
Target implementasi kebijakan ini direncanakan pada tahun anggaran 2026. Dengan sinergi berbagai pihak, langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas riset di Indonesia serta memperkuat posisi jurnal nasional di kancah global. ***
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.