
YOGYAKARTA, mulamula.id – Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik.
Dua awan panas guguran tercatat meluncur dari puncak gunung pada Sabtu (27/12/2025).
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan, awan panas pertama terjadi pada pukul 11.21 WIB dengan jarak luncur maksimal sekitar 1.500 meter. Selang sepuluh menit kemudian, awan panas kedua menyusul dengan jarak lebih jauh, mencapai sekitar 2.000 meter.
“Kedua awan panas guguran tersebut bergerak ke arah barat daya,” kata Penyusun Laporan Tertulis BPPTKG, Rahmat Widyo Laksono, dalam keterangan resminya.
Status Masih Siaga
Hingga kini, status Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. Menurut BPPTKG, kondisi ini dipengaruhi oleh suplai magma dari dalam gunung yang masih terus berlangsung.
Rahmat menjelaskan, aktivitas awan panas berkaitan dengan kondisi kubah lava di puncak Merapi yang belum stabil. Selama kondisi tersebut belum berubah, potensi terjadinya awan panas guguran susulan masih terbuka.
“Potensi awan panas guguran masih ada karena kubah lava belum stabil,” ujarnya.

Wilayah Rawan Diperluas
BPPTKG kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di sektor selatan hingga barat daya. Guguran lava dan awan panas berpotensi mengalir melalui sejumlah alur sungai yang berhulu di Merapi.
Di antaranya Sungai Boyong dengan jarak aliran maksimal lima kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng yang dapat terdampak hingga tujuh kilometer.
Sementara di sektor tenggara, wilayah rawan berada di sekitar Sungai Woro dengan jarak maksimal tiga kilometer dan Sungai Gendol hingga lima kilometer. Jika terjadi letusan eksplosif, material vulkanik berpotensi terlontar hingga radius tiga kilometer dari kawah.
Imbauan untuk Warga
BPPTKG menegaskan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apa pun di zona potensi bahaya yang telah ditetapkan.
“Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya,” tegas Rahmat.
Pemantauan Merapi terus dilakukan secara intensif bersama instansi terkait. BPPTKG juga meminta masyarakat untuk selalu mengikuti informasi resmi dan tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. ***
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.