Artemis II Lintasi Bulan Hari Ini, Manusia Pecahkan Rekor Jarak Terjauh

Suasana di dalam kapsul Orion saat astronot misi Artemis II melampaui rekor jarak terjauh manusia dari Bumi, enam hari setelah peluncuran. Foto: NASA.

JAKARTA, mulamula.id Momen yang ditunggu lebih dari 50 tahun akhirnya terjadi hari ini. NASA kembali membawa manusia mendekati Bulan lewat misi Artemis II.

Empat astronot di dalam pesawat Orion kini menjadi manusia pertama yang melihat Bulan dari jarak dekat sejak Apollo 17 pada 1972. Bukan untuk mendarat, tetapi mengelilingi, menguji jalur yang akan membawa manusia kembali ke permukaan Bulan dalam misi berikutnya.

Lintasi Bulan Hari Ini

Orion mendekati Bulan hingga sekitar 4.070 mil dari permukaan. Dalam fase ini, pengamatan dilakukan secara langsung, memberi perspektif baru yang selama puluhan tahun hanya terekam dalam arsip sejarah.

Dalam waktu yang sama, misi ini juga mencetak rekor baru. Jarak terjauh manusia dari Bumi yang sebelumnya dipegang Apollo 13 berhasil dilampaui. Kini, manusia mencapai sekitar 252.760 mil dari Bumi, batas baru dalam eksplorasi antariksa.

Perjalanan berlangsung cepat. Dalam hitungan jam, Orion memecahkan rekor, memulai observasi, dan melaju menuju sisi jauh Bulan, wilayah yang tidak pernah terlihat dari Bumi.

Empat astronot yang menjalankan misi ini adalah Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen dari Canadian Space Agency (CSA).

Dari dalam kapsul Orion, Hansen menyampaikan pesan yang menggambarkan makna misi ini.

“Kami melampaui jarak terjauh yang pernah dicapai manusia dari Bumi… dan kami menantang generasi sekarang dan berikutnya agar rekor ini tidak bertahan lama,” ujarnya.

Sunyi Tanpa Sinyal

Saat memasuki sisi belakang Bulan, komunikasi dengan Bumi terputus sementara. Tidak ada gangguan teknis. Ini murni karena posisi, Bulan menghalangi sinyal.

Di titik paling sunyi itu, para astronot justru menyaksikan momen paling langka. Dari jendela Orion, Bumi perlahan menghilang di balik cakrawala Bulan, lalu muncul kembali di sisi berlawanan. Fenomena ini dikenal sebagai Earthset dan Earthrise.

Tak lama setelahnya, Orion juga melintasi fase gerhana Matahari. Dari sudut pandang awak, Matahari seolah menghilang di balik Bulan, menciptakan panorama yang hampir tak pernah dilihat manusia secara langsung.

Uji Nyata Menuju Pendaratan

Meski disebut sebagai misi uji, Artemis II adalah langkah krusial.

Semua diuji dalam kondisi nyata. Sistem navigasi, ketahanan awak, hingga jalur penerbangan. Orion menggunakan lintasan “free-return trajectory”, yang memungkinkan pesawat kembali ke Bumi secara alami tanpa banyak koreksi jika terjadi gangguan.

Pendekatan ini menjadi fondasi untuk misi berikutnya, saat manusia benar-benar kembali mendarat di Bulan.

Awal dari Fase Baru

Setelah menyelesaikan lintasan, Orion dijadwalkan kembali ke Bumi dan mendarat di Samudra Pasifik. Namun dampak misi ini jauh melampaui penerbangan itu sendiri.

Artemis II membuka jalan menuju kehadiran manusia yang lebih permanen di Bulan. Dari sana, langkah berikutnya sudah disiapkan: menuju Mars.

Bulan kembali menjadi titik awal.

Bisa Disaksikan Langsung

Menariknya, misi ini tidak hanya milik para astronot. Publik global dapat mengikutinya secara langsung melalui berbagai platform digital. Salah satunya melalui siaran resmi NASA di YouTube yang menayangkan perjalanan Orion secara real-time: https://www.youtube.com/watch?v=z-j1uxBmis0

Eksplorasi luar angkasa kini bukan lagi cerita jauh. Tapi hadir di layar, dan bisa disaksikan siapa saja, hari ini.

NASA menegaskan, misi ini bukan sekadar memecahkan rekor. “Misi ini bukan hanya tentang memecahkan rekor, tetapi membuka jalan untuk kembali ke Bulan, dan kali ini untuk menetap,” kata Dr. Lori Glaze dari NASA.***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *