
JAKARTA, mulamula.id – Cuaca ekstrem kembali menguji ritme Jakarta. Hujan deras yang memicu banjir di sejumlah titik membuat layanan transportasi publik harus beradaptasi cepat.
PT TransJakarta melakukan penyesuaian operasional sejak Minggu (18/1). Sejumlah rute bus dihentikan sementara, dipersingkat, hingga dialihkan demi keselamatan penumpang dan kru.
“Rute yang terdampak genangan berhenti beroperasi atau belum dapat beroperasi,” ujar Kepala Departemen Humas & CSR TransJakarta, Ayu Wardhani.
Rute yang Berhenti Sementara
Beberapa koridor Bus Rapid Transit (BRT) yang tidak melayani penumpang untuk sementara antara lain Koridor 2, 2A, 7F, 12, dan 14.
Layanan Mikrotrans juga terdampak cukup luas. Sejumlah rute seperti JAK.01, JAK.05, JAK.10, JAK.13, hingga JAK.87 dihentikan sementara akibat kondisi jalan yang belum aman dilalui.
Baca juga: Dukuh Atas Bakal Punya Jembatan Pejalan Kaki, MRT Jakarta Satukan Semua Moda
Tak hanya itu, layanan Non-BRT dan Rusun seperti 12A, 12B, 1A, hingga 9F juga masuk daftar rute yang belum beroperasi.
Rute Dipersingkat dan Dialihkan
Selain penghentian layanan, TransJakarta menerapkan rekayasa rute di beberapa koridor utama.
Koridor 10, misalnya, hanya melayani rute Tanjung Priok–PGC arah Cempaka Putih.
Koridor 5 melayani terbatas Kampung Melayu–Jembatan Merah.
Sementara Koridor 9 terdampak genangan di kawasan Kali Grogol dan Jembatan Tiga.
Baca juga: Transjakarta Modifikasi Rute untuk Integrasi MRT, LRT, dan KAI Commuter
Pengalihan juga dilakukan pada sejumlah rute Mikrotrans seperti JAK.08, JAK.09, hingga JAK.71, serta Non-BRT 5M.
Langkah ini diambil agar mobilitas tetap berjalan, meski dengan penyesuaian jalur.
Diminta Pantau Real-Time
TransJakarta mengimbau warga Jakarta untuk lebih fleksibel mengatur waktu dan rute perjalanan. Penumpang diminta rutin memantau pembaruan layanan secara real-time melalui aplikasi TJ: TransJakarta dan akun media sosial resmi.
“Kami akan terus memperbarui informasi begitu jalur kembali dapat dilalui secara normal,” kata Ayu.
Bagi warga kota, situasi ini kembali menegaskan satu hal: transportasi publik dan ketahanan kota terhadap cuaca ekstrem kini tak bisa dipisahkan. Jakarta bergerak, tapi alam juga sedang memberi sinyal.
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.