
BANDA ACEH, mulamula.id – Dewan Profesor Universitas Syiah Kuala (USK) menyampaikan surat terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto. Surat tersebut berisi permintaan agar pemerintah pusat menetapkan status darurat bencana nasional untuk bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Ketua Dewan Profesor USK, Prof. Izarul Machdar, mengatakan surat terbuka itu merupakan bentuk kontribusi moral dan kemanusiaan dari kalangan akademisi di daerah terdampak.
“Surat ini kami sampaikan untuk mendorong percepatan akses dan koordinasi logistik bantuan kemanusiaan, termasuk bantuan internasional,” kata Izarul di Banda Aceh.
Korban Tewas Lebih dari 1.000 Orang
Berdasarkan laporan terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemberitaan media nasional, jumlah korban jiwa akibat bencana di Sumatra telah mencapai sekitar 1.030 orang (data pukul 13:55 WIB, Selasa (16/12). Korban tersebar di tiga provinsi, dengan ratusan orang lainnya masih dinyatakan hilang atau terluka.
Baca juga: 600 Nakes Siap Masuk Zona Bencana Sumatra
Selain korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan ratusan ribu warga mengungsi dan terdampak. Puluhan ribu rumah rusak atau hancur, disertai kerusakan fasilitas umum dan infrastruktur dasar.
Di Provinsi Aceh, Dewan Profesor USK mencatat terdapat ratusan jembatan rusak, serta ribuan fasilitas pendidikan, kesehatan, dan rumah ibadah yang terdampak. Kondisi ini menyebabkan akses transportasi dan komunikasi terputus di banyak wilayah.
Telekomunikasi dan Listrik Belum Pulih
Surat terbuka tersebut juga menyoroti gangguan serius pada jaringan telekomunikasi. Layanan seluler belum berfungsi optimal dan akses internet masih sangat terbatas. Hal ini menghambat koordinasi penyelamatan dan komunikasi darurat.
Selain itu, pemadaman listrik yang meluas dan berkepanjangan dinilai memperberat upaya tanggap darurat. Dampaknya terasa pada operasional fasilitas kesehatan, aktivitas ekonomi lokal, serta kondisi para pengungsi.
Menurut Dewan Profesor USK, kerusakan infrastruktur vital tersebut memperlambat distribusi bantuan, terutama ke wilayah terpencil yang kini terisolasi akibat putusnya jaringan jalan dan jembatan.
Usulkan 11 Rekomendasi Strategis
Dalam surat terbukanya, Dewan Profesor USK mengajukan 11 poin rekomendasi strategis kepada pemerintah pusat. Rekomendasi itu antara lain:
- Menetapkan status darurat bencana nasional secara komprehensif
- Mempercepat pembukaan jalur transportasi utama seperti bandara, pelabuhan, dan jalan raya
- Menyederhanakan prosedur izin dan clearance bagi organisasi kemanusiaan internasional
- Mempercepat pemulihan infrastruktur listrik dan telekomunikasi
Baca juga: Prabowo Target Pemulihan Sumatra 3 Bulan, Ulama Aceh Dorong Status Bencana Nasional
USK juga mengusulkan pembentukan Humanitarian Logistics Coordination Center di Aceh yang melibatkan BNPB, kementerian terkait, pemerintah daerah, TNI/Polri, serta perwakilan lembaga internasional untuk menyinkronkan data kebutuhan dan distribusi bantuan.
Selain itu, mereka mendorong penggunaan sistem pelacakan logistik terpadu agar aliran bantuan dapat dipantau dan dialokasikan secara real-time sesuai kebutuhan di lapangan.

Bantuan Internasional Dinilai Mendesak
Dewan Profesor USK mencatat, Pemerintah Aceh telah mengajukan permintaan bantuan kepada sejumlah lembaga PBB, termasuk UNDP dan UNICEF. Namun hingga kini, mekanisme penerimaan bantuan kemanusiaan internasional dinilai belum berjalan optimal.
Baca juga: Negara Buka Dompet untuk Sumatra
Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi cuaca ekstrem masih berlanjut. Kondisi tersebut dinilai dapat memperburuk situasi jika respons tidak dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
“Atas dasar itu, kami berharap adanya kebijakan strategis dari pemerintah pusat untuk mempercepat penanganan krisis kemanusiaan ini,” kata Izarul. ***
Reporter: Muhammad Ali.
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.