Dulu Rumah Kelelawar, Kini Jadi Spot Heritage Keren di Solo

Lorong klasik di Omah Lowo Solo yang kini tampil terang dan estetik setelah direstorasi, jadi salah satu sudut favorit pengunjung untuk berfoto. Foto: Hamdani S Rukiah/ Mulamula.

KALAU dengar nama Omah Lowo, yang kebayang mungkin rumah gelap, tua, dan… penuh kelelawar. Tapi di kawasan Laweyan, Solo, Jawa Tengah, bangunan yang dulu punya reputasi seram itu sekarang justru jadi salah satu spot heritage paling estetik di kota ini.

Bangunan berusia lebih dari satu abad itu kini dikenal sebagai Rumah Heritage Batik Keris. Interiornya terang, rapi, dan penuh sentuhan klasik. Lampu gantung besar, lantai bermotif jadul, sampai furnitur kayu berukir bikin suasananya terasa seperti masuk ke rumah bangsawan zaman dulu.

Dari Rumah Saudagar ke Tempat Persembunyian

Omah Lowo dibangun sekitar tahun 1920. Rumah ini dulunya milik saudagar kaya keturunan Tionghoa-Belanda bernama Shie Djian Ho. Setelah sang pemilik kembali ke Eropa, rumah itu lama kosong.

Saat masa revolusi kemerdekaan, bangunan ini sempat dipakai sebagai tempat persembunyian tentara Indonesia. Setelah Indonesia merdeka, fungsinya terus berubah. Pernah jadi Gedung Veteran, Kantor Urusan Haji, sampai tempat aktivitas Kamar Dagang Solo.

Baca juga: Hotel Setipis Ini Ada di Salatiga, View-nya Langsung Gunung

Lama-kelamaan bangunan ini terbengkalai dan dijuluki “rumah kelelawar” oleh warga sekitar.

Disulap Jadi Ruang Heritage

Perubahan besar mulai terjadi ketika bangunan ini direstorasi pada 2017. Struktur lama tetap dipertahankan, tapi isinya ditata ulang. Pada 2020, rumah ini resmi dibuka kembali sebagai Rumah Heritage Batik Keris.

Lorong utama Omah Lowo yang mempertahankan arsitektur kolonial asli, kini difungsikan sebagai ruang publik edukatif dan galeri batik setelah direstorasi melalui pendekatan adaptive reuse. Foto: Hamdani S Rukiah/ Mulamula.

Sekarang, pengunjung bisa melihat koleksi batik sekaligus menikmati suasana rumah tua yang sudah dihidupkan kembali. Setiap sudutnya punya cerita, mulai dari dinding tinggi khas rumah kolonial sampai jendela besar yang bikin cahaya alami masuk dengan cantik.

Bukan Cuma Foto-foto

Tempat ini memang fotogenik, tapi bukan cuma soal estetik. Pengunjung juga bisa ikut tur singkat yang dipandu staf. Mereka akan menjelaskan sejarah bangunan dan perjalanan Batik Keris dari masa ke masa.

Lokasinya juga strategis, nggak jauh dari Stasiun Purwosari. Jadi, buat kamu yang lagi main ke Solo, tempat ini bisa jadi persinggahan seru untuk nambah wawasan sekaligus isi galeri foto.

Omah Lowo sekarang bukan lagi rumah yang ditinggalkan. Tapi, berubah jadi ruang yang hidup kembali, tempat sejarah, budaya, dan gaya klasik bertemu dalam satu atap. ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *