
Mulamula.id – Dunia digital yang selama ini dianggap tak terpisahkan dari kehidupan modern kini mulai diperlambat, setidaknya untuk anak-anak.
Pemerintah Inggris mengambil langkah tegas. Mereka merilis panduan baru yang secara langsung mengatur bagaimana anak usia dini berinteraksi dengan layar.
Ini bukan sekadar imbauan. Ini sinyal perubahan cara dunia memandang teknologi.
Larangan di Usia Kritis
Dalam panduan terbaru, pemerintah Inggris menyarankan anak di bawah usia dua tahun tidak terpapar layar sama sekali. Tidak ada kompromi, baik itu televisi, tablet, maupun smartphone.
Untuk anak usia dua hingga lima tahun, batasnya ditarik jelas: maksimal satu jam per hari.
Baca juga: Dunia Mulai Tutup Akses Medsos Anak, Indonesia Ikut Masuk Gelombang Besar
Batas ini bukan angka sembarangan. Para ahli melihat paparan layar berlebih, terutama tanpa pendampingan, berkaitan dengan gangguan tidur, berkurangnya aktivitas fisik, hingga hambatan dalam perkembangan sosial anak.
Di titik ini, layar bukan lagi soal hiburan. Tapi, mulai masuk ke wilayah tumbuh kembang.
Dua Momen Tanpa Layar
Yang menarik, pemerintah Inggris tidak hanya bicara soal durasi. Mereka juga mengunci waktu.
Ada dua momen yang dianggap tidak boleh disentuh layar:
- saat makan dan satu jam sebelum tidur
Dua waktu ini dipandang sebagai fondasi rutinitas sehat. Makan adalah ruang interaksi. Menjelang tidur adalah fase penting untuk kualitas istirahat.
Baca juga: Mulai 28 Maret, Anak di Bawah 16 Tahun Tak Bisa Akses Media Sosial
Ketika layar masuk, dua fungsi ini perlahan hilang.
Sebagai gantinya, orang tua didorong memilih konten yang lebih tenang dan sesuai usia. Bukan video cepat khas media sosial yang sarat stimulasi instan. Lebih jauh, pendampingan jadi kunci. Menonton bersama bukan sekadar kontrol, tapi ruang membangun bahasa dan koneksi emosional.

Konten Cepat Jadi Sorotan
Ada pergeseran penting dalam panduan ini.
Masalahnya bukan hanya durasi, tapi jenis konten.
Panel ahli secara spesifik mengingatkan risiko dari video bertempo cepat yang umum di platform digital saat ini. Konten seperti ini dinilai dapat memengaruhi fokus dan pola perhatian anak.
Baca juga: Untuk Pertama Kali, Medsos Dihukum karena Bikin Anak Kecanduan
Hal lain yang mulai disorot adalah mainan berbasis kecerdasan buatan. Teknologi yang terlihat canggih ini justru dinilai berpotensi mengganggu interaksi alami anak dengan lingkungan sekitarnya.
Meski begitu, pendekatan ini tetap memberi ruang. Anak berkebutuhan khusus tetap diperbolehkan menggunakan teknologi layar sebagai alat bantu belajar.
Negara Mulai Masuk
Langkah ini lahir dari realitas yang sulit diabaikan.
Di Inggris, hampir semua anak usia dua tahun, sekitar 98 persen, sudah menggunakan layar setiap hari, berdasarkan data pemerintah Inggris. Di saat yang sama, banyak orang tua mengaku kewalahan mengontrolnya.
Perdana Menteri Keir Starmer menegaskan bahwa negara tidak boleh absen.
Menurutnya, dalam pernyataan resmi yang dikutip Reuters, keluarga membutuhkan panduan yang jelas di tengah derasnya arus teknologi dan informasi yang sering kali saling bertentangan.
Negara, untuk pertama kalinya, benar-benar masuk ke ruang privat: rumah dan pola asuh.
Gelombang Global Menguat
Apa yang dilakukan Inggris bukan langkah tunggal.
Negara seperti Prancis, Denmark, dan Belanda mulai mendorong regulasi serupa. Fokusnya meluas, dari verifikasi usia hingga standar keamanan platform.
Arah kebijakannya makin jelas, anak harus dilindungi dari risiko dunia digital.
Baca juga: Kecanduan Medsos Jadi Isu Hukum, Indonesia Mulai Bersiap
Bahkan, isu ini sudah masuk ke ranah hukum. Di Los Angeles, perusahaan teknologi seperti Meta dan Google dinyatakan lalai karena dinilai gagal melindungi pengguna anak.
Putusan ini berpotensi memicu gelombang gugatan yang lebih luas.
Dari Akses ke Kendali
Yang berubah hari ini bukan teknologi. Tapi, cara manusia mengelolanya.
Selama bertahun-tahun, akses digital dianggap sebagai kemajuan. Semakin cepat anak mengenal teknologi, semakin baik.
Kini logika itu mulai digugat.
Fokusnya bergeser. Bukan lagi soal seberapa cepat anak terhubung, tetapi seberapa aman mereka tumbuh di dalamnya.
Dan untuk pertama kalinya, negara mulai ikut menentukan batasnya. ***
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.