Haji Tetap Berjalan Meski Konflik Timur Tengah Memanas

Jemaah mengelilingi Ka’bah saat melaksanakan tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. Pemerintah memastikan jadwal keberangkatan haji tahun ini tetap berjalan meski ketegangan di Timur Tengah meningkat. Foto: alharamainsa.

JAKARTA, mulamula.id Ketegangan geopolitik di Timur Tengah belum mengubah rencana penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Pemerintah Indonesia memastikan jadwal keberangkatan jemaah tetap berjalan seperti yang direncanakan.

Kementerian Luar Negeri menyatakan hingga kini pemerintah Arab Saudi belum mengeluarkan kebijakan baru terkait pelaksanaan haji, meski konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat terus menjadi sorotan dunia.

Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, mengatakan pemerintah masih berpegang pada informasi resmi dari otoritas Arab Saudi.

“Kalau ada perkembangan terkait penyelenggaraan ibadah haji, tentu akan disampaikan oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi,” ujar Heni di Jakarta, Jumat (13/3).

Artinya, jemaah haji Indonesia yang dijadwalkan berangkat bulan depan tetap berada dalam rencana keberangkatan.

Situasi Timur Tengah Jadi Perhatian

Meski belum ada perubahan kebijakan, pemerintah tetap memantau dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah.

Konflik regional yang melibatkan beberapa negara besar membuat jalur penerbangan internasional di kawasan tersebut mengalami gangguan. Sebagian rute penerbangan komersial belum sepenuhnya beroperasi.

Dampaknya sudah dirasakan oleh ribuan warga negara Indonesia.

Lebih dari 6.000 WNI yang sebelumnya menjalankan umrah dilaporkan tertahan di Arab Saudi. Mereka belum dapat kembali ke Indonesia karena keterbatasan jalur penerbangan keluar dari kawasan tersebut.

Baca juga: 158 Jemaah Umrah RI Masih Tertahan Imbas Konflik Timur Tengah

Saat ini para WNI itu ditempatkan di penginapan di sekitar bandara sambil menunggu pembukaan kembali penerbangan komersial.

“Begitu jalur udara mulai dibuka, mereka akan dipulangkan,” kata Heni.

Pemerintah Minta Jemaah Tidak Berspekulasi

Di tengah situasi global yang tidak menentu, pemerintah meminta calon jemaah haji untuk tetap tenang.

Kemenlu juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.

Informasi resmi mengenai penyelenggaraan haji hanya akan disampaikan melalui pemerintah Indonesia dan otoritas Arab Saudi.

Langkah ini penting untuk mencegah kepanikan di kalangan jemaah yang sudah mempersiapkan perjalanan ibadah mereka.

Keselamatan Jemaah Jadi Prioritas

Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengatakan pemerintah terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memantau situasi keamanan di kawasan.

Ia mengungkapkan pembahasan mengenai keberangkatan jemaah haji juga telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga: 10 Ribu Jemaah Umrah Sudah Pulang, 300 Masih Tertahan

Namun, hingga kini pemerintah masih menunggu perkembangan situasi sebelum mengambil keputusan strategis jika kondisi berubah.

“Pertimbangan utama presiden adalah keselamatan dan keamanan jemaah. Itu yang harus diutamakan,” ujar Irfan di Gedung DPR beberapa waktu lalu.

Dengan kondisi saat ini, penyelenggaraan ibadah haji tetap berada pada jalur rencana. Meski begitu, pemerintah menegaskan bahwa keputusan akhir akan selalu mempertimbangkan faktor keamanan kawasan dan keselamatan jemaah Indonesia. ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *