
JAKARTA, mulamula.id – Arab Saudi memastikan Idul Fitri 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Keputusan ini diambil setelah hilal tidak terlihat dalam pemantauan pada Rabu (18/3) petang.
Mahkamah Agung Arab Saudi menetapkan Kamis sebagai hari ke-30 Ramadan.
“Istana Kerajaan Arab Saudi mengatakan bahwa Mahkamah Agung telah menetapkan hari Kamis sebagai hari ke-30 Ramadan dan Idul Fitri dimulai pada hari Jumat,” tulis laporan Saudi Gazette, Rabu malam WIB.
Artinya, Ramadan tahun ini digenapkan menjadi 30 hari.
Cuaca Hambat Rukyat
Upaya pemantauan hilal dilakukan di sejumlah lokasi strategis. Di antaranya Observatorium Hautat Sudair, Tumair, Arar, hingga Al-Hariq.
Namun, hasilnya nihil.
“Kondisi cuaca saat ini menghambat pengamatan hilal Syawal,” lapor media pemerintah Saudi, Alekhbariya.
Baca juga: Jakarta Ubah Malam Takbiran Jadi Pesta Jalanan Tanpa Kendaraan
Langit yang tertutup awan membuat visibilitas hilal sangat terbatas. Dalam metode rukyat, faktor ini sering jadi penentu utama.
Meski secara posisi bulan memungkinkan, hilal tetap tidak bisa terlihat jika kondisi atmosfer tidak mendukung.
Sejalan Prediksi Astronom
Keputusan ini juga selaras dengan perhitungan astronomi.
Astronom Saudi, Abdullah Al-Khudairi, sebelumnya telah memperkirakan bahwa Ramadan akan berlangsung 30 hari.

Prediksi tersebut didasarkan pada posisi bulan yang dinilai belum memenuhi kriteria visibilitas hilal pada 29 Ramadan.
Artinya, hasil rukyat dan hisab kali ini menunjukkan konsistensi.
Indonesia Menunggu Isbat
Arab Saudi memulai Ramadan lebih awal dibanding Indonesia. Karena itu, potensi perbedaan Lebaran tetap terbuka.
Pemerintah Indonesia akan menggelar sidang isbat pada Kamis (19/3) petang.
Baca juga: Bukan Sekadar Bingkisan, Ini Alasan Orang Kirim Hampers Saat Lebaran
Keputusan resmi akan ditentukan berdasarkan hasil rukyat hilal di berbagai wilayah, serta perhitungan astronomi.
Dengan kondisi geografis dan cuaca yang berbeda, hasil di Indonesia belum tentu sama.
Tarawih Terakhir
Dengan keputusan ini, umat Islam di Arab Saudi masih melaksanakan salat Tarawih pada malam Kamis.
Puasa Ramadan berlanjut hingga hari ke-30. Idul Fitri baru dirayakan keesokan harinya.
Penetapan ini kembali menegaskan satu hal, awal bulan hijriah bukan hanya soal hitungan kalender, tetapi juga dipengaruhi kondisi alam di lapangan. ***
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.