Isi Ulang Air Gratis di Stasiun, Cara KAI Kurangi Plastik Sekali Pakai

Kereta KAI melintas di jalur perkotaan Jakarta. KAI kini menghadirkan water station di 45 stasiun jarak jauh, mengajak penumpang kurangi plastik sekali pakai. Foto: Defrino Maasy/ Pexels.

NAIK kereta kini bukan cuma soal perjalanan yang nyaman. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menghadirkan inovasi baru, water station di stasiun jarak jauh. Hingga Agustus 2025, sudah ada 106 unit water station di 45 stasiun. Penumpang cukup membawa tumbler pribadi, lalu bisa isi ulang air minum gratis kapan saja.

Gaya Hidup Hemat dan Hijau

Bagi banyak orang, perjalanan panjang identik dengan membeli air kemasan. Akibatnya, plastik sekali pakai menumpuk. Kehadiran water station membuat kebiasaan itu bisa berubah. Hemat pengeluaran, sehat karena air terjamin, dan ramah lingkungan.

Baca juga: Perang Bali Lawan Plastik Dimulai dari Botol

VP Public Relations KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa program ini bagian dari komitmen perusahaan terhadap transportasi berkelanjutan. “Cukup dengan membawa tumbler, pelanggan bisa isi ulang kapan saja. Lebih hemat, sehat, dan tentu ikut menjaga bumi,” ujarnya.

Kualitas Air Terjamin

Gen Z sering kritis soal higienitas. KAI sadar akan hal ini. Karena itu, kualitas air dari water station tidak main-main. Seluruh unit diuji secara rutin melalui Water Quality Laboratory (WQL) dengan dukungan Coway International Indonesia dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Jadi, tidak ada alasan ragu untuk mengisi ulang.

Penumpang mengisi ulang tumbler di water station KAI. Program ini mendukung gaya hidup sehat sekaligus mengurangi sampah plastik sekali pakai. Foto: Humas Daop 6 PT KAI.
Transportasi Masa Depan

Data KAI menunjukkan, sepanjang Januari–Juli 2025 jumlah pelanggan mencapai 286,57 juta orang, naik lebih dari 9 persen dibanding tahun lalu. Semakin banyak orang memilih kereta, semakin besar kontribusi terhadap pengurangan emisi dibanding transportasi pribadi.

Baca juga: Whoosh, Jejak Hijau di Atas Rel Baja Jakarta-Bandung

Selain water station, KAI juga meluncurkan berbagai program ramah lingkungan. Mulai dari face recognition boarding tanpa kertas, pemanfaatan PLTS di sejumlah fasilitas, hingga penggunaan kantong sampah kertas daur ulang di dalam kereta. Semua langkah kecil ini dirancang untuk menuju target Net Zero Emission.

Tumbler Jadi Simbol

Membawa tumbler mungkin terlihat sepele. Namun, jika dilakukan jutaan orang, dampaknya luar biasa. Setiap tumbler yang dibawa berarti satu botol plastik tak lagi dibuang ke TPA. Anne menekankan, perjalanan dengan KAI kini bukan hanya tentang mobilitas, tetapi juga gaya hidup hijau yang kekinian.

Baca juga: MRT Timur-Barat Siap Dibangun, Jakarta–Bekasi Jadi Prioritas 2026

Bagi Gen Z, ini soal identitas. Tumbler bukan cuma wadah minum, tetapi simbol peduli lingkungan. Dari stasiun ke stasiun, pesan yang dibawa jelas, masa depan transportasi harus lebih hijau, lebih hemat, dan lebih peduli bumi. ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *