Korban Bencana Sumatra Tembus 1.000 Jiwa

Anak-anak melintasi jalan berlumpur di kawasan terdampak banjir di kawasan Meureudu, Pidie, Jaya, Aceh. Kerusakan infrastruktur masih menghambat aktivitas warga, memasuki hari ke-18 pascabanjir besar Sumatra. Foto: HO/ Pilo Poly.

JAKARTA, mulamula.id Dalam hitungan hari, rangkaian bencana yang melanda Pulau Sumatra menembus angka kematian empat digit. Hingga 14 Desember 2025, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pukul 11.06 WIB, tercatat 1.006 orang meninggal dunia, ratusan lainnya dilaporkan hilang, dan ratusan ribu warga terdampak langsung.

Memasuki hari ke-18 pascabanjir, data BNPB menunjukkan bencana ini bukan hanya merenggut nyawa, tetapi juga memutus infrastruktur vital dan melumpuhkan ruang hidup masyarakat di berbagai wilayah Sumatra. Jalan terputus, jembatan ambruk, sekolah tutup, dan layanan kesehatan terganggu.

Informasi dari sejumlah lokasi terdampak menyebutkan, banyak korban belum mampu bangkit. Beratnya kerusakan rumah, fasilitas umum, hingga sumber penghidupan membuat proses pemulihan berjalan lambat. Dampak bencana tak hanya bersifat fisik, tetapi juga meninggalkan beban moril yang masih dirasakan hingga kini.

Akumulasi Dampak di Pulau Sumatra

Berdasarkan pembaruan data terakhir BNPB, dampak bencana di Pulau Sumatra yang meliputi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat tercatat sebagai berikut:

  • Meninggal: 1.006 jiwa
  • Hilang: 217 jiwa
  • Terluka: 5.400 jiwa
  • Rumah rusak: 158 ribu unit

Kerusakan juga menghantam fasilitas vital:

  • Fasilitas umum: 1.200 unit rusak
  • Rumah ibadah: 434 unit rusak
  • Fasilitas kesehatan: 219 unit rusak
  • Fasilitas pendidikan: 581 unit rusak
  • Jembatan: 145 unit rusak

BNPB menegaskan angka-angka ini masih bergerak seiring proses pendataan dan verifikasi lapangan.

Aceh, Kontributor Korban Terbesar

Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan dampak paling berat.

  • Meninggal: 415 jiwa
  • Hilang: 34 jiwa
  • Terluka: 4.300 jiwa
  • Rumah rusak: 138.500 unit
  • Wilayah terdampak: 18 kabupaten

Kerusakan fasilitas meliputi:

  • 668 fasilitas umum
  • 210 rumah ibadah
  • 153 fasilitas kesehatan
  • 305 fasilitas pendidikan
  • 36 jembatan

Baca juga: Aceh Butuh Rp 25,41 Triliun untuk Pulihkan Bencana

Dengan skala dampak sebesar ini, Aceh kini menjadi pusat operasi tanggap darurat sekaligus distribusi bantuan kemanusiaan.

Sumatra Utara: Jembatan Putus, Akses Terhambat

Di Sumatra Utara, bencana memutus jalur penting penghubung antardaerah.

  • Meninggal: 349 jiwa
  • Hilang: 91 jiwa
  • Terluka: 699 jiwa
  • Rumah rusak: 11.500 unit
  • Wilayah terdampak: 18 kabupaten

Kerusakan infrastruktur mencakup:

  • 80 fasilitas umum
  • 60 fasilitas pendidikan
  • 63 jembatan

Putusnya jembatan menyebabkan akses logistik dan evakuasi terhambat, terutama ke wilayah-wilayah yang terisolasi.

Sumatra Barat: Dampak Menyebar ke Nagari

Sumatra Barat juga mencatat dampak signifikan.

  • Meninggal: 242 jiwa
  • Hilang: 92 jiwa
  • Terluka: 382 jiwa
  • Rumah rusak: 8.100 unit
  • Wilayah terdampak: 16 kabupaten

Fasilitas rusak meliputi:

  • 486 fasilitas umum
  • 205 rumah ibadah
  • 65 fasilitas kesehatan
  • 216 fasilitas pendidikan
  • 46 jembatan

Sejumlah nagari masih mengalami keterisolasian akibat kerusakan jalan dan jembatan.

Situasi Masih Berkembang

Proses evakuasi, pencarian korban hilang, dan pendataan kerusakan masih terus berlangsung. Pemerintah daerah bersama tim gabungan memperbarui data seiring masuknya laporan dari lapangan.

Baca juga: Prabowo Setujui Rp 60 Juta per Rumah untuk Korban Banjir Sumatra

Bencana ini kembali menegaskan satu hal, bahwa dampaknya tidak berhenti pada angka. Tapi, menjalar ke kehidupan sehari-hari. Sekolah yang tak bisa digunakan, layanan kesehatan yang terganggu, dan keluarga yang kehilangan tempat pulang. ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *