Krakatau Steel Cetak Laba, Restrukturisasi Mulai Tunjukkan Hasil

Jajaran direksi dan komisaris PT Krakatau Steel (Persero) Tbk usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 2025 di Jakarta, Selasa (23/12/2025). RUPSLB tersebut menegaskan hasil restrukturisasi, kinerja perusahaan, serta penetapan susunan pengurus baru. Foto: PT Krakatau Steel.

JAKARTA, mulamula.id PT Krakatau Steel (Persero) Tbk menunjukkan tanda pemulihan setelah melalui proses restrukturisasi panjang. Hal ini disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2025 yang digelar sebagai penegasan arah transformasi dan penguatan kinerja perusahaan.

Dalam paparannya, manajemen menyebutkan Krakatau Steel berhasil mencatatkan laba bersih sebesar USD 24 juta pada Kuartal III 2025. Capaian ini menjadi sinyal positif setelah perusahaan melakukan penataan ulang kewajiban keuangan dan peningkatan efisiensi operasional.

Restrukturisasi Utang Dorong Perbaikan Kinerja

Laba yang dibukukan Krakatau Steel tidak terlepas dari keberhasilan program restrukturisasi kewajiban, termasuk skema pelunasan dipercepat dengan keringanan (haircut). Langkah tersebut memberikan ruang perbaikan terhadap struktur keuangan perusahaan.

Baca juga: Digitalisasi dan Sertifikasi Hijau, Jurus GRP Tembus Pasar Dunia

Manajemen juga menyampaikan adanya penyesuaian atas sejumlah asumsi dalam Master Restructuring Agreement (MRA) 2024 yang efektif Oktober 2025. Penyesuaian ini dilakukan seiring perubahan rencana operasional serta bertambahnya kreditur yang mengikuti skema haircut, termasuk penyesuaian jadwal pembayaran kewajiban Tranche A dan Tranche B.

Biaya Turun, Produksi dan Penjualan Naik

Dari sisi efisiensi, Krakatau Steel berhasil menurunkan biaya usaha sebesar 12 persen hingga Triwulan III 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Efisiensi ini menjadi bagian dari agenda transformasi untuk menciptakan struktur biaya yang lebih sehat.

Kinerja operasional juga menunjukkan perbaikan. Produksi baja konsolidasi mencapai 740 ribu ton hingga Kuartal III 2025, meningkat dibandingkan 540 ribu ton pada periode yang sama tahun 2024.

Seiring dengan peningkatan produksi, volume penjualan baja konsolidasi juga terus meningkat sepanjang tahun 2025. Penjualan tercatat 226 ribu ton pada Kuartal I, naik menjadi 244 ribu ton pada Kuartal II, dan kembali meningkat menjadi 269 ribu ton pada Kuartal III.

Perkuat Infrastruktur dan Operasi Mandiri

Untuk menopang bisnis inti, Krakatau Steel memperkuat infrastruktur pendukung, mulai dari peningkatan kapasitas dermaga kepelabuhanan, pengembangan sistem logistik baja terintegrasi, hingga pengembangan Kawasan Industri Krakatau seluas 2.000 hektare.

Sebagai bagian dari transformasi model bisnis, pengoperasian fasilitas Hot Strip Mill (HSM) dan Cold Rolling Mill (CRM) kini dijalankan secara mandiri melalui PT Krakatau Baja Industri. Perseroan juga berperan sebagai pengelola rantai pasok dan penjualan produk akhir berupa Hot Rolled Coil (HRC) dan Cold Rolled Coil (CRC).

Dukungan Pemegang Saham

Pemulihan Krakatau Steel juga didukung oleh Danantara selaku Pemegang Saham Seri B. Dukungan diberikan melalui Pinjaman Pemegang Saham (PPS) untuk memenuhi kebutuhan modal kerja pengoperasian HSM dan CRM.

Direktur Utama Krakatau Steel, Akbar Djohan, mengatakan capaian ini menjadi fondasi penting bagi perusahaan untuk melanjutkan agenda transformasi dan memperkuat peran dalam industri baja nasional.

“Keberhasilan restrukturisasi yang tercermin dari laba, peningkatan produksi dan penjualan, serta penguatan struktur keuangan menjadi modal penting bagi Krakatau Steel untuk terus meningkatkan daya saing,” jelas Akbar.

Susunan Pengurus Diperbarui

RUPSLB 2025 juga menetapkan susunan pengurus terbaru Krakatau Steel.
Hendro Martowardojo ditetapkan sebagai Komisaris Utama, didampingi Komisaris Independen Willgo Zainar dan David Pajung, serta Komisaris Setia Diarta dan Adityo Haryo Bimo.

Sementara jajaran direksi diisi oleh Akbar Djohan sebagai Direktur Utama, Daniel Fitzgerald Liman sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Hernowo sebagai Direktur Komersial, Pengembangan Usaha, dan Portofolio, Suryantoro Waluyo sebagai Direktur SDM, serta Sidik Darusulistyo sebagai Direktur Infrastruktur dan Operasi. ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *