
JAKARTA, mulamula.id – Banjir bandang dan longsor belum benar-benar pergi dari Aceh. Dampaknya masih terasa. Salah satunya, listrik yang belum sepenuhnya pulih.
Pemerintah mengakui, pemadaman listrik bergilir masih terjadi di sejumlah wilayah Aceh pascabencana. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut, ada empat daerah yang hingga kini masih terdampak serius, yakni Aceh Tamiang, Bener Meriah, Gayo, dan Aceh Tengah.
Masalah utamanya bukan sekadar kabel putus. Infrastruktur listrik ikut terseret bencana.
“Menara listrik ada yang sudah dibangun, tapi jatuh lagi karena terbawa air,” kata Bahlil dalam konferensi pers persiapan Natal dan Tahun Baru sektor ESDM, Jumat (19/12).
Cuaca dan kondisi medan jadi tantangan besar. Tim teknis sudah turun ke lapangan. Tapi alam belum sepenuhnya bersahabat.
Infrastruktur Rapuh, Alam Tak Bisa Diajak Kompromi
Bahlil menegaskan, proses pemulihan terus dikebut. Semua pihak dilibatkan. Namun, longsor susulan dan debit air yang masih tinggi membuat perbaikan tak bisa dilakukan secepat yang diharapkan.
“Upaya maksimal sudah dilakukan, tapi kondisi alam menjadi kendala,” ujarnya.
Akibatnya, listrik di empat wilayah tersebut belum stabil. Pemadaman bergilir masih diberlakukan. Tingkat pemulihan disebut masih di bawah 50 persen.
Baca juga: Crane Disulap Jadi Tower Darurat, Listrik Sumatra-Aceh Pulih Pascabencana
Situasinya kontras dengan daerah lain di Aceh. Secara umum, pasokan listrik di provinsi ini disebut sudah kembali normal. Hanya empat kabupaten itu yang masih “gelap bergantian”.
Hampir 200 Ribu Pelanggan Terdampak
Data Kementerian ESDM menunjukkan skala masalahnya tak kecil. Hingga 15 Desember, sebanyak 198.296 pelanggan PLN terdampak pemadaman akibat bencana.
Di Aceh saja, 99,12 persen pelanggan terdampak bencana masih mengalami pemadaman listrik pada periode tersebut.
Baca juga: Puluhan Kilometer di Atas Lumpur, Warga Gayo Berjalan Demi Dapur
Angka ini setara sekitar 11 persen dari total 1,78 juta pelanggan PLN di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Kabar baiknya, sebagian besar pelanggan di luar Aceh sudah kembali menikmati listrik. Sekitar 1,59 juta pelanggan di Sumut dan Sumbar tercatat sudah pulih.
Namun bagi warga di wilayah pegunungan dan daerah terdampak berat di Aceh, listrik masih jadi barang yang tak selalu hadir setiap hari.
Bukan Sekadar Listrik, Ini Soal Akses Hidup
Pemadaman listrik bukan cuma soal gelap di malam hari. Dampaknya berlapis.
Aktivitas ekonomi melambat. Akses komunikasi terganggu. Layanan kesehatan dan pendidikan ikut terdampak. Di daerah pascabencana, listrik sering kali jadi penopang pertama untuk bangkit.
Kondisi ini kembali mengingatkan satu hal, sistem energi kita masih sangat rentan terhadap krisis iklim dan bencana alam.
Menara roboh. Jaringan terputus. Pemulihan bergantung pada cuaca.
Baca juga: Sembilan Tower PLN Roboh, Listrik Aceh Terancam Lumpuh Total
Bagi warga Aceh, pemulihan listrik bukan sekadar target teknis. Ini soal kapan hidup bisa kembali normal, atau setidaknya mendekati normal.
Dan untuk sekarang, jawabannya masih bersabar, sambil berharap alam segera memberi ruang. ***
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.