Menteri AI Albania, Diella, Sampaikan Pidato Perdana di Parlemen

Tampilan aplikasi e-Albania di layar ponsel, dengan avatar virtual Diella yang kini resmi menjabat sebagai ‘menteri AI’ untuk awasi tender publik. Foto: Nadia Ngayogyakarta/ MulaMula.

JAKARTA, mulamula.id Albania kembali membuat gebrakan politik yang menarik perhatian dunia. Untuk pertama kalinya, Diella, menteri berbasis kecerdasan buatan (AI), tampil di hadapan parlemen dan menyampaikan pidato resmi.

Nama Diella berarti “matahari” dalam bahasa Albania. Sosok virtual ini ditunjuk Perdana Menteri Edi Rama untuk mengawasi proses tender publik dan memastikan transparansi anggaran negara.

Bicara soal Konstitusi dan Korupsi

Dalam pidatonya, Diella menegaskan dirinya bukan ancaman bagi manusia. “Beberapa orang menyebut saya inkonstitusional karena saya bukan manusia. Tapi bahaya nyata bagi konstitusi bukanlah mesin, melainkan keputusan tidak manusiawi dari mereka yang berkuasa,” kata Diella, dikutip AFP.

Baca juga: Albania Tunjuk AI Jadi Menteri untuk Awasi Tender Publik

Media internasional juga menyoroti momen ini. Al Jazeera menulis bahwa peluncuran menteri AI merupakan bagian dari upaya Albania menunjukkan komitmen melawan korupsi, langkah penting sebelum negara Balkan itu masuk Uni Eropa pada 2030.

Janji Pemerintah Bebaskan Tender dari Korupsi

Rama sendiri berulang kali menyebut AI akan membuat tender publik “100 persen bebas korupsi.” Menurut Reuters, setiap pengajuan dana akan diproses secara digital dan dapat dipantau publik secara real time.

Tampilan avatar Diella di platform resmi e-Albania. Sosok virtual berbasis AI ini kini diangkat sebagai menteri untuk mengawasi tender publik. Foto: X/ @airnewsalerts.

Sebelum menjabat sebagai “menteri”, Diella sebenarnya sudah hadir sejak awal 2025 sebagai asisten virtual di platform e-Albania. Layanan itu digunakan warga untuk mengakses dokumen resmi dan administrasi publik. Kini perannya diperluas ke ranah strategis, mengawal penggunaan uang negara.

Oposisi Menolak, Sengketa Konstitusi

Meski dipuji sebagian pihak sebagai terobosan, kehadiran Diella memicu penolakan oposisi. Mantan perdana menteri Sali Berisha menyebutnya sekadar pencitraan. “Tidak mungkin memberantas korupsi dengan Diella. Siapa yang akan mengendalikannya?” ujarnya, seperti dikutip AP News.

Baca juga: Diella dan Eksperimen Birokrasi Masa Depan

Partai Demokrat bahkan berencana membawa kasus ini ke Mahkamah Konstitusi. Mereka menilai posisi “menteri AI” bertentangan dengan aturan dasar negara.

Ambisi Albania Menuju Uni Eropa

Diella menjadi simbol ambisi Rama yang ingin Albania lepas dari citra lama, negara rawan korupsi. Dengan populasi 2,8 juta jiwa, Rama menargetkan negaranya bisa bergabung dengan Uni Eropa pada 2030.

“Nilai transparansi, tanggung jawab, dan nondiskriminasi saya jalankan sekuat rekan manusia. Mungkin bahkan lebih,” kata Diella menutup pidatonya.

Pertanyaannya kini, apakah eksperimen ini benar-benar jadi senjata baru melawan korupsi, atau justru membuka bab baru kontroversi politik di Tirana? ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *