
Mulamula.id – Operasi ini tidak terjadi semalam. Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro adalah hasil perencanaan panjang, senyap, dan presisi tinggi.
Sabtu, 3 Januari 2026, pasukan elite Amerika Serikat menangkap Maduro dan istrinya. Operasi ini diklaim sebagai salah satu misi militer paling kompleks yang pernah dilakukan Washington di Amerika Latin.
Sumber militer AS menyebut, rencana penangkapan telah disusun berbulan-bulan. Bahkan, latihan dilakukan berulang kali. Pasukan elite seperti Delta Force sudah mempersiapkan skenario terburuk, termasuk jika Maduro bersembunyi di rumah aman berlapis perlindungan.
Intelijen Masuk Sejak 2025
Persiapan dimulai jauh hari. Sejak Agustus 2025, tim kecil dari CIA disebut telah masuk ke Venezuela.
Misi mereka satu, mempelajari kebiasaan Maduro.
Baca juga: Trump Tangkap Presiden Venezuela: Perang Narkoba, Minyak, atau Politik Global?
Pergerakan, jam aktivitas, hingga pola keamanan dicatat. Tim intelijen juga membuat replika rumah aman Maduro. Replika ini dipakai Delta Force untuk latihan. Setiap pintu besi, lorong sempit, dan titik rawan disimulasikan.
Targetnya jelas, operasi harus cepat. Tanpa celah.
Perintah Terakhir Trump
Jumat pukul 10.46 waktu AS, Donald Trump memberi perintah final.
Nama sandinya, Operation Absolute Resolve.
Operasi dipimpin Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata AS, Jenderal Dan Caine. Trump memantau langsung dari Mar-a-Lago, Florida.
“Saya punya berita bagus. Bahkan saya sendiri belum pernah melihat operasi seperti ini,” kata Trump kepada wartawan.

Langit Venezuela Digempur
Jumat malam hingga Sabtu dini hari, langit Venezuela berubah. Sebanyak 150 pesawat tempur dari 20 pangkalan udara lepas landas.
Jet siluman F-35, F-22, hingga pembom B-1 menggempur target militer strategis. Sistem pertahanan udara Venezuela menjadi sasaran utama.
Tujuannya satu, menciptakan kekacauan terkontrol.
Di tengah serangan udara, pasukan elite AS bergerak masuk ke Caracas. Mereka membawa perlengkapan berat—termasuk blowtorch untuk menjebol pintu besi.
Menyusup ke Ibu Kota
Sabtu pukul 01.00 dini hari, helikopter pasukan elite tiba di ibu kota.
Satu helikopter terkena tembakan. Namun masih bisa terbang.
Pasukan mendarat. Bergerak cepat.
“Mereka merangsek masuk. Menjebol beberapa sisi. Ada pintu-pintu besi berat, tapi semua bisa diatasi dalam hitungan detik,” kata Trump.
Baca juga: Trump Unggah Foto Maduro di Kapal Perang AS, Dunia Heboh
Maduro dan istrinya tak sempat mencapai ruang aman.
Mereka menyerah.
“Mereka disergap dengan cepat,” ujar Trump.
Dibocorkan ke Publik
Tujuh jam setelah operasi berakhir, Trump mengumumkan lokasi Maduro.
“Nicolas Maduro, di kapal USS Iwo Jima,” tulisnya di Truth Social.
Maduro kemudian dibawa ke New York untuk diadili.

Dakwaan Berat Menanti
Jaksa Agung AS Pam Bondi menyebut Maduro akan menghadapi “murka keadilan Amerika”.
Daftar dakwaannya panjang. Mulai konspirasi narkoterorisme, impor kokain, kepemilikan senapan mesin dan alat perusak, hingga konspirasi bersenjata terhadap Amerika Serikat.
Maduro sejatinya sudah didakwa sejak 2020 oleh Distrik Selatan New York. Washington menudingnya sebagai pemimpin kartel narkoba internasional. Tuduhan itu selalu dibantah Caracas.
Kini, konflik AS–Venezuela tak lagi sekadar diplomasi. Tetapi, telah berubah menjadi operasi militer terbuka, dengan dampak global yang masih sulit diprediksi. ***
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.