
JAKARTA, mulamula.id – Perempuan bukan lagi sekadar penonton dalam panggung pariwisata. Mereka hadir sebagai penggerak, pemimpin, dan inovator yang menyatukan keberlanjutan, kemandirian desa, hingga bisnis global. Dari dapur rumah hingga jaringan spa internasional, kiprah perempuan menunjukkan bahwa pariwisata bisa menjadi jalan nyata menuju pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Hal itu menjadi benang merah dari webinar “Beyond Beautiful: Perempuan, Pariwisata, dan Aksi Nyata untuk SDGs” yang digelar Indonesian Women Tourism Community (IWTC), Kamis (28/8/2025). Webinar ini menandai kebangkitan IWTC setelah sempat vakum akibat pandemi Covid-19.
Baca juga: IWTC Gelar Webinar Perempuan Pariwisata untuk SDGs
Acara ini mempertemukan akademisi, pelaku industri, dan komunitas perempuan. Dari ruang diskusi itu lahir beragam pandangan. Mulai dari peluang usaha, model pemberdayaan desa, hingga kepemimpinan global.
Peluang Perempuan di Ekosistem Pariwisata
Dekan Fakultas Pariwisata Universitas Pelita Harapan (UPH), Prof. Dr. Diena Mutiara Lemy, menekankan besarnya peluang perempuan dalam industri pariwisata. Menurutnya, bisnis bisa dimulai dari skala kecil, bahkan produk rumahan ibu rumah tangga. Namun, keberhasilan hanya tercapai jika keterampilan ditingkatkan melalui pelatihan terarah.
Ia juga menyoroti tantangan besar SDGs di Indonesia, yakni mengurangi kemiskinan lewat pemerataan pendidikan.
Desa Energi dan Peran Perempuan
Corporate Secretary PT Perusahaan Gas Negara (PGN), Fajriyah Usman, menyoroti kontribusi Pertamina melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Hingga kini, perusahaan energi itu telah mengembangkan 172 Desa Energi Berdikari yang menggabungkan energi bersih, wisata, dan ketahanan pangan. Program ini bahkan meraih penghargaan dari PBB.
“Perempuan terlibat langsung, mulai dari perkumpulan guide wisata, pengelolaan kebun desa, hingga penguatan UMKM,” ujarnya.
Kepemimpinan yang Adaptif dan Resilien
Presiden Direktur Alaya Spa & Wellness, Yohanna Gewang, membagikan pengalaman kepemimpinannya dalam industri pariwisata. Dengan berpegang pada adaptasi, inovasi, dan resiliensi, ia berhasil mengembangkan bisnis spa hingga 200 cabang di seluruh Indonesia.
Baca juga: Pariwisata Berkelanjutan Butuh Perempuan, Mereka Memimpin Perubahan
Saat ini, Alaya Spa bersiap melebarkan sayap ke pasar internasional. Kisahnya menjadi bukti bahwa kesetaraan gender bukan sekadar jargon, tetapi praktik nyata yang mampu mengangkat daya saing pariwisata Indonesia.
SDGs sebagai Janji Kerja
COO Ashley Hotel Group yang juga Ketua IWTC, Ade Noerwenda, menutup diskusi dengan pesan tegas bahwa “Perempuan berdaya, pariwisata berjaya. SDGs bukan slogan, tapi janji kerja.”
Menurutnya, komitmen itu harus diwujudkan melalui langkah konkret yang memberi dampak langsung bagi komunitas, industri, dan bangsa.
Webinar ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor mampu melahirkan gagasan sekaligus aksi nyata. Bagi IWTC, acara ini bukan sekadar forum diskusi, melainkan gerak awal untuk kembali memberi warna pada pariwisata Indonesia. Pesannya jelas, ketika perempuan berdaya, pariwisata bukan hanya indah, tetapi juga berkelanjutan dan kian berjaya. ***
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.