Prabowo Singgung Pilpres 2029, “Kalau Rakyat Pilih Lagi, Apa Salah?”

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan saat Perayaan Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026). Foto: Youtube/ Sekretariat Presiden.

JAKARTA, mulamula.idPresiden Prabowo Subianto menanggapi tudingan yang menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai alat politik untuk Pilpres 2029. Ia mempertanyakan logika di balik tuduhan tersebut, terutama jika pada akhirnya rakyat kembali memilihnya.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Perayaan Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026) malam. Di hadapan peserta acara, Prabowo mengatakan bahwa kebijakan pemerintah kerap dinilai dengan kacamata politik.

MBG dan Tuduhan Kepentingan Politik

Prabowo menyebut ada pihak-pihak yang menilai MBG sengaja dirancang demi kepentingan elektoral. Menurutnya, cara pandang seperti itu mencerminkan sikap yang terlalu negatif dalam membaca kebijakan publik.

Ia lalu mengajukan pertanyaan balik. Jika rakyat kembali memberikan mandat kepadanya pada 2029, apakah itu bisa dianggap sebagai sebuah kesalahan. Prabowo menegaskan bahwa pilihan rakyat merupakan hak demokratis yang tidak bisa direduksi menjadi sekadar manuver politik.

Refleksi Kekalahan dan Keyakinan Pribadi

Dalam pernyataannya, Prabowo juga menyinggung keyakinannya bahwa kekuasaan tidak sepenuhnya ditentukan oleh ambisi atau strategi manusia. Ia menilai, tanpa izin Tuhan, segala upaya tidak akan membuahkan hasil.

Prabowo turut mengingatkan perjalanan panjangnya di dunia politik. Ia pernah kalah dalam sejumlah kontestasi pemilu nasional, mulai dari Pilpres 2009 hingga 2014 dan 2019. Pengalaman itu, kata Prabowo, membentuk pandangannya tentang makna kekuasaan dan kemenangan.

Baca juga: Prabowo Lihat Huntara Korban Banjir di Aceh Tamiang

Pernyataan tersebut muncul di tengah perbincangan publik soal MBG yang semakin menguat. Program ini dipromosikan sebagai kebijakan sosial untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.

Namun di ruang publik, MBG juga memicu perdebatan tentang batas antara kebijakan publik dan kepentingan elektoral. Pernyataan Prabowo mempertegas bahwa perdebatan itu kemungkinan akan terus berlangsung seiring mendekatnya siklus pemilu berikutnya. ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *