
JAKARTA, mulamula.id – Arus mudik Lebaran 2026 mulai mencapai titik krusial. Polisi memprediksi puncaknya terjadi pada Rabu (18/3) malam hingga Kamis (19/3) dini hari.
Pantauan di Tol Jakarta-Cikampek (Japek) menunjukkan kepadatan tinggi sejak pagi hingga malam. Volume kendaraan terus meningkat, terutama menuju arah Trans Jawa.
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho mengatakan lonjakan ini sudah terlihat sejak siang. “Jika dibandingkan kemarin, kemungkinan puncak arus mudik terjadi malam ini. Dari pagi hingga malam cukup padat,” ujarnya di Command Center KM 29, Cikarang Utara.
Malam Jadi Waktu Kritis
Pergerakan kendaraan pada malam hari menjadi indikator utama. Banyak pemudik memilih berangkat setelah berbuka atau sahur, sehingga tekanan lalu lintas bergeser ke jam-jam non-kerja.
Baca juga: Hilal Tak Terlihat di Arab Saudi, Lebaran Jatuh 20 Maret
Akibatnya, kepadatan tidak hanya terjadi di siang hari. Justru, dini hari menjadi fase paling rawan penumpukan kendaraan di jalur utama.
Meski begitu, polisi berharap arus bisa berangsur lancar pada pagi hari. “Semoga nanti sampai pagi bisa cair,” kata Agus.
Rekayasa Lalu Lintas Diperluas
Untuk mengantisipasi lonjakan, sejumlah skema rekayasa lalu lintas diterapkan. Salah satunya adalah contraflow di beberapa titik Tol Japek.
Selain itu, skema one way nasional diberlakukan dari Jakarta hingga Pejagan, Jawa Tengah. Kebijakan ini mulai dijalankan sejak Rabu siang.

Di sisi lain, Jawa Tengah juga menerapkan one way lokal dari KM 414 Kalikangkung hingga Ungaran. Kombinasi dua skema ini diharapkan mampu menjaga arus tetap bergerak.
Hasil sementara menunjukkan lalu lintas masih padat, tetapi relatif terkendali. “Arus dari Jakarta menuju Trans Jawa cukup padat, tetapi masih lancar,” ujar Agus.
42 Persen Kendaraan Sudah Keluar
Data sementara menunjukkan hampir 42 persen kendaraan telah meninggalkan Jakarta hingga H-2 Lebaran.
Angka ini diperkirakan masih akan bertambah. Pembaruan resmi akan dilakukan pada Kamis pagi.
Baca juga: 1,1 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta, Arus Mudik Mulai Memuncak Lebih Cepat
Lonjakan ini menegaskan satu hal: mudik tidak lagi terpusat pada satu hari. Pergerakan kini lebih menyebar, tetapi tetap memuncak dalam periode waktu tertentu.
Mudik 2026: Lebih Padat, Lebih Terkelola
Tren mudik tahun ini menunjukkan kombinasi dua hal. Volume kendaraan meningkat, tetapi sistem pengaturan juga semakin adaptif.
One way nasional dan lokal menjadi kunci. Begitu juga dengan pemantauan real-time dari command center.
Baca juga: Bukan Sekadar Bingkisan, Ini Alasan Orang Kirim Hampers Saat Lebaran
Bagi pemudik, waktu keberangkatan menjadi faktor penting. Menghindari jam puncak bisa menjadi strategi sederhana untuk perjalanan yang lebih nyaman. ***
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.