QRIS Tembus Korea Selatan, Bayar di Luar Negeri Kini Tinggal Scan

Ilustrasi penggunaan QRIS untuk pembayaran digital. Kini, masyarakat Indonesia bisa bertransaksi di Korea Selatan cukup dengan scan QR tanpa perlu menukar uang. Foto: qris.interactive.

JAKARTA, mulamula.id Bayar makan di Seoul kini tak perlu lagi repot menukar uang. Warga Indonesia cukup membuka aplikasi dompet digital, lalu scan QR seperti biasa. Transaksi langsung selesai.

Kemudahan ini hadir setelah Bank Indonesia dan Bank of Korea resmi meluncurkan konektivitas pembayaran QR lintas negara Indonesia–Korea Selatan, Rabu (1/4).

Tanpa Tukar Uang

Lewat skema ini, pembayaran dilakukan langsung dalam mata uang masing-masing negara. Sistem akan otomatis mengonversi rupiah ke won tanpa langkah tambahan dari pengguna. Hasilnya, transaksi menjadi lebih cepat, efisien, dan berbiaya lebih rendah dibanding metode konvensional.

Baca juga: Lupakan Kamera, QRIS Tap Bikin Pembayaran Lebih Cepat

Bagi wisatawan, ini menghapus satu kerumitan klasik, yaknimenukar valuta asing. Bagi merchant, ini membuka akses ke pasar baru tanpa hambatan sistem pembayaran.

Dampak Lebih Luas

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyebut langkah ini sebagai bagian dari strategi besar membangun sistem pembayaran yang terintegrasi antarnegara.

“Pembayaran QR antarnegara tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga memperkuat UMKM, meningkatkan pariwisata, serta membuka peluang baru bagi dunia usaha,” ujarnya.

Baca juga: Mengapa Rupiah Jadi Mata Uang Indonesia? Ini Kisahnya!

Di sisi lain, Deputi Gubernur Bank of Korea, Chang Cheong-soo, menilai kerja sama ini sebagai tonggak penting integrasi ekonomi digital antara kedua negara.

Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari kesepakatan strategis antara Prabowo Subianto dan Lee Jae-myung dalam Joint Vision Statement. Pembayaran digital kini tidak lagi sekadar urusan teknologi, tetapi masuk ke ranah diplomasi ekonomi.

Ekspansi Terus Meluas

Di dalam negeri, QRIS telah berkembang menjadi tulang punggung transaksi digital. Hingga Februari 2026, jumlah penggunanya mencapai 60,77 juta. Angka ini menunjukkan perubahan perilaku masyarakat yang semakin mengandalkan sistem pembayaran non-tunai.

Menariknya, dalam konteks lintas negara, transaksi dari wisatawan asing di Indonesia justru lebih tinggi dibandingkan transaksi masyarakat Indonesia di luar negeri. Pada 2025, transaksi inbound tercatat hampir 5,9 juta, jauh melampaui outbound yang berada di kisaran 1,6 juta transaksi.

Baca juga: 63 Persen Gen Z Lebih Pilih Smartphone ketimbang Dompet

Ekspansi QRIS sebelumnya juga menunjukkan tren yang konsisten. Kerja sama dengan Thailand sejak 2022 mencatat jutaan transaksi dengan nilai ratusan miliar rupiah. Malaysia bahkan mencatat volume terbesar dengan transaksi mencapai triliunan rupiah. Singapura dan Jepang pun mulai menunjukkan pertumbuhan, meski dalam skala berbeda.

Masuknya Korea Selatan memperluas jangkauan ini. Dan jika tren berlanjut, QRIS bukan hanya alat bayar, tetapi bisa menjadi identitas digital baru bagi mobilitas masyarakat Indonesia di luar negeri.

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *