Sampah Jadi Listrik, Bekasi dan Denpasar Jadi Proyek Awal Waste-to-Energy

Gunungan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA). Pemerintah mulai mendorong teknologi Waste-to-Energy untuk mengubah sampah kota menjadi energi listrik. Foto: Tom Fisk/ Pexels.

JAKARTA, mulamula.id – Sampah kota selama ini identik dengan gunungan di tempat pembuangan akhir. Bau, polusi, dan lahan yang makin sempit menjadi masalah klasik di banyak kota Indonesia. Kini muncul pendekatan baru, mengubah sampah menjadi energi.

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) resmi menunjuk dua perusahaan untuk menggarap proyek Waste-to-Energy (WtE) atau pengolahan sampah menjadi energi listrik tahap awal.

Dua kota yang menjadi proyek pertama adalah Bekasi dan Denpasar.

Baca juga: Jakarta Diguyur Hujan Mikroplastik, Ancaman Baru dari Sampah Kota

Perusahaan Wangneng Environment Co., Ltd. ditetapkan sebagai operator fasilitas WtE di Bekasi. Sementara Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. akan mengoperasikan proyek serupa di Denpasar.

Langkah ini menjadi bagian dari program pengolahan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.

Targetnya, mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir (TPA) sekaligus menghasilkan energi listrik dari sampah kota.

Sampah Kota yang Terus Bertambah

Kota-kota besar di Indonesia menghadapi tekanan besar dalam pengelolaan sampah. Volume sampah meningkat setiap tahun seiring pertumbuhan penduduk dan konsumsi.

Sebagian besar sampah masih berakhir di TPA. Sistem ini membuat lahan cepat penuh dan berpotensi menimbulkan masalah lingkungan.

Teknologi Waste-to-Energy menawarkan pendekatan berbeda. Sampah tidak lagi sekadar ditimbun. Limbah diproses melalui teknologi tertentu hingga bisa menghasilkan energi listrik.

Baca juga: Sampah Kita Segunung, Solusinya Segunung Duit

Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, mengatakan pemilihan operator ini merupakan langkah penting dalam memastikan proyek berjalan dengan standar tinggi.

Menurut Pandu, fasilitas WtE harus memenuhi standar keandalan operasional, keselamatan, serta akuntabilitas yang ketat.

“Danantara akan terus bekerja sama dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan untuk menghadirkan kemajuan nyata dalam pengurangan sampah sekaligus mendukung energi bersih,” ujarnya.

Perusahaan Global Ikut Berebut Proyek

Minat terhadap proyek ini cukup besar. Sebelum menetapkan pemenang, Danantara mencatat 24 perusahaan internasional masuk dalam daftar penyedia terseleksi.

Beberapa di antaranya merupakan pemain global di sektor pengolahan limbah dan energi lingkungan. Nama-nama seperti Veolia Environmental Services Asia, China Everbright Environment Group, hingga Mitsubishi Heavy Industries Environmental & Chemical Engineering ikut masuk dalam daftar tersebut.

Baca juga: Indonesia Darurat Sampah, TPA Hampir Kolaps

Dalam tahap pertama seleksi, 21 proposal diajukan oleh sembilan perusahaan asal China.

Sebagian perusahaan bahkan mengirim proposal untuk beberapa kota sekaligus, seperti Bekasi, Denpasar, Bogor, dan Yogyakarta.

Wajib Gandeng Mitra Lokal

Proyek ini tidak hanya melibatkan perusahaan asing. Setiap operator diwajibkan membentuk konsorsium dengan mitra lokal.

Mitra tersebut bisa berasal dari badan usaha milik pemerintah daerah maupun perusahaan Indonesia. Tujuannya adalah mempercepat transfer teknologi sekaligus memperkuat kapasitas industri dalam negeri.

Menariknya, dalam daftar mitra lokal terdapat beberapa perusahaan yang tercatat sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia.

Baca juga: Jakarta Sudah Menjadi Megacity Dunia, tapi Negara Belum Siap Mengelolanya

Setelah pengumuman pemenang, perusahaan terpilih akan melanjutkan tahap perencanaan teknis hingga pembangunan fasilitas sesuai proposal yang diajukan.

Jika berjalan sesuai rencana, proyek ini bisa menjadi model baru pengelolaan sampah perkotaan di Indonesia.

Bukan sekadar membuang sampah, tetapi mengubahnya menjadi sumber energi. ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *