
SERANG, BANTEN, mulamula.id – Pesan tak dikenal di ponsel kini bukan lagi sekadar gangguan. Tapi, sudah berubah menjadi ancaman serius.
Pemerintah menyebut praktik spam dan penipuan daring (scam) telah menjelma sebagai industri kejahatan siber. Skala kerugiannya pun tidak main-main, mencapai US$500 juta, atau sekitar Rp8,4 triliun.
Angka itu mencerminkan satu hal. Kejahatan digital bukan masalah sepele. Kejahatannya terorganisir, masif, dan terus berevolusi.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan, negara tidak bisa bekerja sendirian menghadapi ancaman ini. Perlindungan publik di ruang digital membutuhkan kerja bersama.
“Ini bukan hanya tugas pemerintah. Operator seluler dan platform digital punya peran penting,” ujarnya.
Operator Jadi Garda Depan
Nezar menyoroti peran industri sebagai lini pertama perlindungan pengguna. Salah satu operator seluler, menurutnya, berhasil memblokir sekitar 2 miliar percobaan spam dan scam.
Langkah ini menunjukkan bahwa pencegahan bisa dilakukan sebelum kerugian terjadi.
“Inisiatif ini contoh bagaimana industri bisa berkontribusi proaktif menciptakan ekosistem digital yang aman dan produktif,” kata Nezar saat Konvensi Nasional Media Massa dalam rangka Hari Pers Nasional, Minggu (8/2).
Baca juga: Di Tengah Riuh Media Sosial, Publik Tetap Percaya Pers
Pesannya jelas. Keamanan digital tidak bisa hanya reaktif. Harus berbasis sistem, teknologi, dan kemauan bersama.
Biometrik untuk Tutup Celah Lama
Pemerintah juga mulai menutup celah klasik yang kerap dimanfaatkan pelaku, yaitu registrasi kartu SIM yang terlalu mudah.
Selama ini, penipu bisa dengan cepat mengganti nomor untuk menghindari pelacakan. Situasi ini membuat penindakan jadi lambat dan sulit.
Kini, pemerintah memberlakukan registrasi nomor seluler berbasis biometrik. Identitas pengguna harus tervalidasi. Tidak bisa lagi asal daftar.
Langkah ini diharapkan menekan praktik penipuan sejak hulu. “Ini bagian dari upaya memberi rasa aman bagi seluruh pengguna jaringan digital di Indonesia,” ujar Nezar.
Ancaman Nyata di Genggaman
Spam dan scam bukan sekadar soal pesan masuk. Dampaknya nyata. Uang hilang, data bocor, dan kepercayaan publik runtuh.
Di era serba digital, keamanan bukan lagi fitur tambahan. Keamanan adalah kebutuhan dasar.
Pesan pemerintah hari ini tegas. Melawan kejahatan siber adalah kerja kolektif. Negara, industri, dan pengguna harus bergerak bersama. Jika tidak, industri gelap ini akan terus tumbuh. Diam-diam, tapi mematikan. ***
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.