
JAKARTA, mulamula.id – Dunia musik Indonesia kehilangan salah satu suara yang paling dikenali generasi muda. Penyanyi Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu (7/3) di usia 35 tahun setelah bertahun-tahun berjuang melawan kanker ginjal.
Kabar duka itu pertama kali muncul melalui unggahan komposer Andi Rianto di Instagram Story. Pesan singkatnya segera menyebar luas di media sosial dan memicu gelombang ucapan duka dari penggemar, musisi, hingga figur publik.
Vidi dikenal sebagai penyanyi dengan karakter vokal lembut dan lagu-lagu yang dekat dengan generasi muda. Namun di balik karier musiknya, ia juga menjalani perjuangan panjang melawan penyakit yang mulai didiagnosis sejak 2019.
Perjalanan Melawan Kanker
Vidi pertama kali mengetahui dirinya mengidap kanker ginjal stadium 3 pada 2019. Setelah diagnosis tersebut, ia menjalani operasi pengangkatan salah satu ginjal sebagai langkah awal pengobatan.
Proses itu tidak mudah. Namun, Vidi memilih untuk tidak menutup diri dari publik. Ia justru kerap membagikan cerita perjuangannya di media sosial.
Dalam salah satu unggahannya, ia mengaku sempat terpukul saat pertama kali menerima vonis tersebut. Seiring waktu, ia mencoba berdamai dengan kondisi yang dihadapinya.
“I learn to make peace with my condition and be grateful for whatever God has given me,” tulisnya dalam salah satu unggahan reflektif di Instagram.
Pada 2020, Vidi sempat dinyatakan bebas kanker setelah menjalani pengobatan intensif. Namun, penyakit itu ternyata kembali muncul. Kanker menyebar ke beberapa titik dan memaksanya menjalani terapi rutin.
Kemoterapi yang Ia Sebut “Spa Day”
Alih-alih menggambarkan pengobatan sebagai beban, Vidi memilih pendekatan yang berbeda. Ia menyebut sesi kemoterapi yang dijalaninya setiap tiga minggu sebagai “spa day.”
Istilah itu menjadi simbol sikap optimistis yang ia jaga selama masa pengobatan.
Baginya, penyakit bukan alasan untuk berhenti menjalani hidup. Ia ingin tetap berkarya dan membawa kebahagiaan bagi orang lain.
“Gue enggak boleh cupu. Gue harus tetap hidup dan semoga masih bisa berkarya untuk bikin orang tersenyum,” tulisnya dalam sebuah unggahan.

Belajar dari Penyakit
Selama hampir enam tahun hidup bersama kanker, Vidi kerap membagikan refleksi pribadi tentang makna hidup.
Ia mengaku penyakit tersebut justru mengajarinya banyak hal: kesabaran, keikhlasan, hingga cara menghargai waktu bersama orang-orang terdekat.
“Dengan titipan penyakit ini, gue jadi sadar setiap harinya bahwa waktu itu berharga,” tulisnya.
Penyanyi lagu Nuansa Bening dan Status Palsu itu juga mengungkapkan harapan agar suatu hari bisa benar-benar sembuh. Namun pada saat yang sama, ia menerima penyakit itu sebagai bagian dari perjalanan hidupnya.
Rehat untuk Pemulihan
Pada November 2025, Vidi mengumumkan keputusan penting. Ia memilih rehat sementara dari dunia hiburan untuk fokus pada pemulihan kesehatan.
Ia mengaku sudah lama tidak mengambil jeda sejak awal kariernya di industri musik.
Dalam unggahannya, Vidi juga sempat memberi kabar bahwa ia tengah menyiapkan album baru yang diharapkan dapat dirilis setelah kondisi kesehatannya membaik.
“Gue memutuskan beberapa bulan ke depan untuk take a break untuk fokus pada pemulihan diri,” tulisnya saat itu.
Kepergian yang Membuat Publik Tercekat
Beberapa minggu terakhir, publik mulai bertanya-tanya tentang kondisi Vidi karena ia dan sang istri, Sheila Dara, tidak lagi aktif mengunggah aktivitas di media sosial.
Hingga akhirnya kabar duka datang pada Sabtu. Dunia musik, sahabat, dan para penggemarnya pun menyampaikan rasa kehilangan mendalam.
Bagi banyak orang, Vidi bukan hanya penyanyi. Ia juga dikenal sebagai figur yang hangat, penuh energi positif, dan sering dijuluki sebagai “duta persahabatan” di kalangan teman-temannya.
Kini, perjalanan panjangnya melawan penyakit telah berakhir.
Namun karya dan semangat hidupnya akan terus dikenang oleh generasi yang tumbuh bersama lagu-lagunya. ***
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.