160 Juta Pengguna, Indonesia Jadi Raja TikTok di Asia Tenggara

Ilustrasi pengguna menjelajahi konten hiburan di ponsel. Indonesia kini menjadi negara dengan pengguna TikTok terbanyak di dunia, tembus 160 juta. Foto: Cottonbro/ Pexels.

JAKARTA, mulamula.id Indonesia kini berdiri di puncak ekosistem TikTok Asia Tenggara. Per Maret 2025, jumlah pengguna aktif bulanan TikTok di Tanah Air menembus angka 160 juta, menjadikannya yang terbanyak di kawasan ini, dan bahkan melampaui Amerika Serikat, yang per laporan terakhir (Juli 2024, red) memiliki sekitar 120,5 juta pengguna.

Capaian ini disampaikan oleh General Manager Content Operations TikTok Asia Tenggara, Angga Anugrah Putra, dalam acara TikTok SEA Growth Summit 2025 yang digelar di Jakarta, Rabu (30/7/2025). “Indonesia adalah pasar utama dengan pertumbuhan tercepat di antara 11 negara di Asia Tenggara,” ujarnya.

Angka 160 juta tersebut mencerminkan lompatan yang luar biasa dibanding 2018, ketika TikTok baru memiliki 10 juta pengguna di Indonesia. Dalam tujuh tahun, jumlah pengguna naik 16 kali lipat. Bahkan dibandingkan Juli 2024 yang tercatat 157,6 juta pengguna, tren ini masih menunjukkan pertumbuhan.

Baca juga: TikTok Lebih dari Sekadar Hiburan, Platform untuk Peluang Karier

TikTok kini telah menjangkau lebih dari 460 juta pengguna di Asia Tenggara, dengan tingkat penetrasi 65 persen. Artinya, 6 dari 10 orang di kawasan ini memiliki akun TikTok.

Saingan Terdekat Vietnam dan Thailand

Meski Indonesia berada di posisi teratas, Vietnam dan Thailand juga menjadi pasar utama dengan masing-masing 70 juta dan 50 juta pengguna aktif bulanan. Angka ini memperkuat posisi Asia Tenggara sebagai salah satu pusat pertumbuhan TikTok secara global.

Baca juga: Media Sosial Sudah Tamat- tapi Kita Masih Ada

Konten Hiburan dan Edukasi Paling Populer

Ada empat jenis konten yang paling digemari di kawasan ini, yakni hiburan, olahraga, pembelajaran, dan gaya hidup. Dalam kategori hiburan, video bertema TV dan film mendominasi. Pengguna menontonnya 17 kali lebih lama dibanding kategori lain.

Baca juga: DPR Usulkan Aturan Baru Medsos, Satu Pengguna Satu Akun

Konten edukasi juga tumbuh pesat. Pengguna di Asia Tenggara dilaporkan menonton konten pembelajaran 14 kali lebih banyak. Sementara itu, kategori olahraga mencatat lonjakan tertinggi dari sisi media dan penerbit, dengan pertumbuhan tayangan mencapai 365 persen.

Berita Lokal Jadi Daya Tarik Utama

Di Indonesia, konten berita mulai mencuat sebagai kategori unggulan. Data internal TikTok menunjukkan bahwa 72 persen pengguna menonton setidaknya satu video berita serius (hard news) setiap hari di halaman FYP mereka. Bahkan 54 persen menonton tiga atau lebih video berita per hari.

Baca juga: Ketika Media Sosial Tak Lagi Sosial: Algoritma, Influencer, dan Krisis Koneksi

Menariknya, 94 persen konten berita dan isu sosial yang dikonsumsi merupakan konten lokal, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata kategori lain (87 persen). Artinya, pengguna TikTok Indonesia sangat terhubung dengan isu-isu dalam negeri.

Pertumbuhan pesat TikTok di Indonesia bukan hanya soal jumlah pengguna. Ini juga mencerminkan perubahan pola konsumsi media digital masyarakat. Dari hiburan hingga berita serius, TikTok kini menjadi ruang publik baru yang tak bisa diabaikan. Baik bagi kreator, media, maupun pembuat kebijakan. ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *