
JAKARTA, mulamula.id – BALI masih ramai. Tapi, belum sepenuhnya sesuai harapan. Jumlah wisatawan yang datang ke Pulau Dewata tahun ini tercatat sekitar 6,8 juta orang. Angka itu mendekati target, tapi belum menyentuh sasaran 7 juta kunjungan yang dipatok pemerintah.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan, tren wisatawan mancanegara ke Indonesia masih bergerak naik. Namun, ada satu catatan penting, wisatawan domestik justru melambat.
Cuaca Ubah Rencana Liburan
Cuaca jadi salah satu faktor.
Informasi soal cuaca ekstrem yang beredar luas disebut ikut memengaruhi keputusan warga untuk bepergian. Banyak pelancong memilih menunda liburan, terutama ke destinasi yang bergantung pada kondisi alam seperti Bali.
Baca juga: Alih Fungsi Lahan, Bali Bayar Mahal dengan Banjir
Di saat bersamaan, peta wisata dalam negeri mulai bergeser.
Jawa Jadi Alternatif Baru
Sejumlah daerah di Pulau Jawa mencuri perhatian. Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta muncul sebagai alternatif yang dianggap lebih aman, lebih dekat, dan lebih fleksibel.
Yogyakarta menjadi contoh paling mencolok. Pergerakan wisata ke kota budaya ini melonjak signifikan sepanjang tahun, didorong oleh akses transportasi yang mudah dan pilihan wisata yang beragam.
Meski begitu, Bali tidak bisa dibilang sepi.
Aktivitas pariwisata tetap hidup. Hotel, restoran, dan destinasi wisata masih dipenuhi pengunjung. Penurunan kunjungan disebut relatif kecil, hanya sekitar dua persen.
Baca juga: Bali di Masa Depan, Jadi Wisata Berkelanjutan atau Tumbang karena Overtourism?
Situasi ini memberi sinyal penting bagi industri pariwisata nasional.
Ketergantungan pada satu destinasi mulai diuji. Di sisi lain, daerah-daerah lain mendapat momentum untuk tumbuh sebagai pusat wisata baru.
Bali tetap magnet utama. Namun, selera wisatawan kini lebih dinamis. Dan peta liburan Indonesia sedang berubah. ***
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.