Pelatih Valencia Ditemukan Tewas dalam Tragedi Kapal di Labuan Bajo

Fernando Martin Carreras, pelatih klub sepak bola Valencia, dalam salah satu dokumentasi timnya. Carreras ditemukan meninggal dunia dalam insiden tenggelamnya kapal wisata Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Foto: X/ @izandhh.

JAKARTA, mulamula.idTim SAR gabungan menemukan satu jenazah korban tenggelamnya kapal wisata Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Korban merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Spanyol. Hasil identifikasi tim Disaster Victim Identification (DVI) Polres Manggarai Barat memastikan jenazah tersebut berjenis kelamin laki-laki dewasa.

Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Timur Kombes Pol Henry Novika Chandra mengatakan identifikasi mengarah pada Fernando Martin Carreras, pelatih klub sepak bola Valencia.

“Betul, jenazah berjenis kelamin laki-laki dewasa dan merupakan warga negara Spanyol,” kata Henry, Minggu (4/1), dikutip dari Antara.

Pencarian Dilakukan dengan Sonar dan Penyelaman

Jenazah ditemukan setelah tim SAR gabungan melakukan penyisiran di sekitar pulau-pulau dekat lokasi tenggelamnya kapal. Petugas menurunkan alat sonar dan melakukan penyelaman untuk mencari korban.

Baca juga: Cuaca Ekstrem, Pelayaran ke Komodo Ditutup Sementara

Proses pencarian dilakukan secara bertahap karena kondisi perairan yang tidak stabil. Dengan penemuan tersebut, jumlah korban meninggal dunia akibat tenggelamnya kapal Putri Sakinah menjadi dua orang.

Sebelumnya, tim SAR telah menemukan jenazah seorang anak berusia 12 tahun.

Kapal Berizin, Ombak Berubah Mendadak

Kapal pinisi Putri Sakinah diketahui membawa 11 orang. Penumpang terdiri dari satu keluarga WNA, satu pemandu wisata, dan empat kru kapal.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan kapal tersebut mengantongi Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dari pemerintah. Izin layar diberikan saat kondisi cuaca dinilai masih memungkinkan untuk berlayar.

Namun, menurut Dudy, terdapat titik tertentu di perairan tersebut yang mengalami perubahan gelombang secara tiba-tiba. Putri Sakinah berada di titik tersebut saat kejadian.

“Hanya ada satu kapal yang berada di lokasi dengan kondisi ombak yang ternyata berubah mendadak,” kata Dudy dalam media briefing di Jakarta.

Hingga kini, otoritas terkait masih melakukan evaluasi terhadap aspek keselamatan pelayaran kapal wisata di kawasan Labuan Bajo. ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *