Dukuh Atas Bakal Punya Jembatan Pejalan Kaki, MRT Jakarta Satukan Semua Moda

Halte TransJakarta Dukuh Atas di koridor Sudirman–Thamrin, Jakarta Pusat, yang akan terhubung dengan stasiun LRT dan KRL di seberangnya serta MRT Jakarta yang berada di bawah kawasan halte. Foto: Fikri RA/ Wikipedia.

JAKARTA, mulamula.id Kawasan Dukuh Atas Jakarta bersiap naik level. Bukan dengan gedung baru. Tapi, lewat jembatan pejalan kaki yang dirancang untuk menyatukan semua moda transportasi.

PT MRT Jakarta (Perseroda) akan membangun pedestrian deck di simpang Sudirman–Dukuh Atas. Jembatan ini akan menghubungkan titik-titik transportasi yang selama ini terpisah dan menyulitkan pejalan kaki.

Mandatnya langsung dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Direktur Utama MRT Jakarta, Tuhiyat, mengatakan proyek ini ditujukan untuk publik. Fokusnya jelas: pejalan kaki dan pengguna transportasi umum.

Baca juga: Apa itu Jembatan Donat yang akan dibangun di Jakarta?

“Mandat dari Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur adalah membangun pedestrian deck di simpang Sudirman dan Dukuh Atas untuk menyatukan empat kuadran yang saat ini tidak tersambung,” ujar Tuhiyat.

Masalah Lama di Simpul Transportasi Tersibuk Jakarta

Dukuh Atas sering disebut sebagai pusat integrasi transportasi Jakarta.
Di satu kawasan, ada MRT Jakarta, LRT Jabodebek, dan KRL Commuter Line.

Tapi faktanya, mobilitas pejalan kaki masih terfragmentasi.

Dari sisi BNI ke Landmark, tak bisa langsung menyeberang.
Dari area BNI ke Tanjung Karang, jalurnya terputus di area lobi.

Baca juga: MRT Timur-Barat Siap Dibangun, Jakarta–Bekasi Jadi Prioritas 2026

Pejalan kaki harus memutar. Tidak efisien. Tidak ramah.

Pedestrian deck ini dirancang untuk menjawab masalah itu. “Kami membangun satu pedestrian deck untuk publik, agar semua sisi bisa terhubung,” kata Tuhiyat.

Kawasan Dukuh Atas di koridor Sudirman–Thamrin, Jakarta Pusat, yang menjadi simpul integrasi MRT, KRL, dan LRT Jabodebek. Foto: Jeffry Surianto/ Pexels.
Strategi Ridership

Bagi MRT Jakarta, proyek ini bukan hanya soal infrastruktur. Ini strategi. Tujuannya meningkatkan ridership atau jumlah pengguna transportasi umum. Semakin mudah berpindah moda, semakin besar kemungkinan orang meninggalkan kendaraan pribadi.

Pedestrian deck akan menjadi penghubung mulus antar moda. Tanpa hambatan. Tanpa memutar.

Baca juga: Mengapa Warga Jakarta Perlu Beralih ke Transportasi Publik?

Bagi pengguna harian, ini berarti waktu tempuh lebih singkat. Bagi Jakarta, ini langkah kecil menuju kota yang lebih ramah pejalan kaki.

Target Groundbreaking Pertengahan 2026

Saat ini, proyek masih berada di tahap awal. Desain dipercepat. Uji tanah (soil test) sedang berjalan.

Jika sesuai rencana, groundbreaking akan dilakukan pertengahan 2026. “Insya Allah bulan Mei atau Juni kita lakukan groundbreaking,” ujar Tuhiyat.

Jika terealisasi, pedestrian deck Dukuh Atas bisa menjadi simbol baru integrasi transportasi Jakarta, bukan hanya terhubung di peta, tapi juga di langkah kaki warganya. ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *