
JAKARTA, mulamula.id – Komisi XI DPR akan menguji tiga nama calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) pekan ini. Proses fit and proper test digelar di tengah sorotan publik, terutama soal independensi bank sentral.
Tiga kandidat yang akan diuji adalah Solihin M. Juhro, Dicky Kartikoyono, dan Thomas Djiwandono. Mereka datang dari latar belakang berbeda, tetapi sama-sama punya rekam jejak di dunia kebijakan ekonomi dan moneter.
Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, menyebut uji kelayakan dibagi ke dalam dua hari. Solihin M. Juhro menjadi kandidat pertama yang akan menjalani tes pada Jumat, 23 Januari 2026, pukul 09.00–10.00 WIB.
Dua nama lain dijadwalkan menyusul pada Senin, 26 Januari 2026.
Dicky Kartikoyono akan diuji pukul 14.00–15.00 WIB.
Thomas Djiwandono dijadwalkan pukul 16.00–17.00 WIB.
Keputusan akhir akan ditentukan pada rapat internal Komisi XI DPR pada hari yang sama, pukul 18.30 WIB.
Tiga Nama, Tiga Jalur Karier
Solihin M. Juhro saat ini menjabat Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI. Ia dikenal luas sebagai ekonom senior dengan pengalaman panjang di perumusan kebijakan stabilitas sistem keuangan.
Dicky Kartikoyono merupakan Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI. Namanya lekat dengan transformasi pembayaran digital dan penguatan infrastruktur transaksi nasional.
Baca juga: Thomas–Juda Bertukar Posisi? Sinyal Reposisi BI dan Kemenkeu
Sementara itu, Thomas Djiwandono saat ini menjabat Wakil Menteri Keuangan. Ia juga dikenal sebagai keponakan Presiden Prabowo Subianto, faktor yang membuat pencalonannya menuai perhatian ekstra dari pelaku pasar.
Sorotan Publik dan Isu Independensi
Masuknya Thomas ke bursa calon Deputi Gubernur BI memunculkan kekhawatiran soal independensi bank sentral. Isu ini cepat bergulir, terutama di kalangan pasar keuangan.
Namun, Misbakhun menegaskan bahwa hubungan keluarga tidak bisa dijadikan dasar untuk meragukan independensi BI.
Menurutnya, yang seharusnya diuji adalah kapasitas dan kompetensi kandidat, bukan latar belakang personal yang bersifat politis. Ia juga menilai Thomas memiliki bekal yang memadai di bidang fiskal dan kebijakan ekonomi.
Bagi DPR, uji kelayakan ini bukan sekadar formalitas. Proses ini menjadi momen penting untuk memastikan BI tetap berdiri sebagai lembaga independen, kredibel, dan mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Di tengah tantangan global, suku bunga, inflasi, hingga stabilitas sistem keuangan, publik kini menunggu satu hal utama, siapa yang paling layak mengisi kursi strategis di bank sentral. ***
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.