AI Baru Google Bantu UMKM Bikin Konten Promosi dalam Hitungan Menit

Pomelli, alat pemasaran berbasis AI dari Google Labs, kini tersedia di lebih dari 170 negara termasuk Indonesia untuk membantu UMKM membuat konten promosi secara cepat. Foto: Google Labs.

JAKARTA, mulamula.idPelaku usaha kecil kini punya “asisten pemasaran” baru. Google membuka akses global untuk Pomelli, sebuah alat pemasaran berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang membantu UMKM membuat konten promosi dengan cepat.

Pekan ini, Google Labs dan tim AI Google DeepMind mengumumkan bahwa Pomelli kini tersedia di lebih dari 170 negara dan wilayah, termasuk Indonesia. Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun resmi Google Labs di platform X.

Perluasan ini membuka peluang baru bagi pelaku usaha kecil yang selama ini sering kesulitan membuat materi promosi digital secara konsisten.

Baca juga: GPT-5.4 Resmi Diluncurkan, AI Kini Bisa Mengoperasikan Komputer Sendiri

Bagi banyak UMKM, membuat konten pemasaran bukan pekerjaan sederhana. Dibutuhkan waktu, kreativitas, serta kemampuan desain. Di sisi lain, anggaran pemasaran sering kali terbatas.

Di sinilah Pomelli mencoba masuk sebagai solusi.

Asisten AI untuk Pemasaran UMKM

Pomelli dikembangkan sebagai alat pemasaran otomatis berbasis AI. Tujuannya sederhana, membantu bisnis kecil membuat konten promosi tanpa harus memiliki tim kreatif atau agensi pemasaran.

Dengan teknologi AI, Pomelli mampu menghasilkan ide kampanye hingga materi promosi yang siap digunakan di berbagai platform digital.

Baca juga: AI Kini Jadi ‘Mata Kedua’ Dokter, Diagnosis Kanker Lebih Cepat

Bagi pelaku usaha yang aktif di media sosial atau marketplace, kemampuan ini bisa menjadi penghemat waktu yang signifikan.

Daripada merancang desain dari awal, pelaku usaha cukup memasukkan informasi bisnis mereka. Sistem kemudian akan membantu menyusun konsep promosi yang relevan dengan karakter merek.

Membaca “DNA Bisnis”

Cara kerja Pomelli cukup unik. AI ini memulai proses dengan mempelajari identitas bisnis pengguna.

Langkah pertama, pengguna diminta memasukkan alamat situs web usaha mereka. Sistem kemudian akan menganalisis situs tersebut untuk membangun profil identitas merek yang disebut Business DNA.

Tampilan fitur Pomelli yang dapat menganalisis identitas merek bisnis dan menghasilkan ide kampanye hingga materi promosi digital secara otomatis. Foto: Google Labs.

Profil ini mencakup berbagai elemen penting, seperti gaya bahasa brand, warna utama, jenis font, hingga karakter visual yang digunakan di situs.

Dengan memahami elemen tersebut, AI dapat menghasilkan konten promosi yang tetap selaras dengan identitas bisnis.

Setelah profil terbentuk, Pomelli akan menghasilkan berbagai ide kampanye pemasaran yang relevan dengan karakter brand.

Baca juga: ChatGPT Masuk Dunia Militer, Awal Perdebatan Besar Etika AI

Pengguna juga dapat menambahkan prompt atau arahan sendiri untuk menyesuaikan konsep kampanye.

Tahap terakhir adalah produksi konten. Pomelli dapat membuat berbagai materi pemasaran, mulai dari konten media sosial, gambar promosi, hingga materi iklan digital.

Seluruh konten masih bisa diedit langsung di dalam sistem sebelum diunduh dan digunakan.

Masih Berstatus Eksperimen

Meski sudah tersedia secara global, Pomelli sebenarnya masih berada dalam tahap eksperimen.

Google pertama kali memperkenalkan layanan ini pada Oktober 2025 sebagai proyek uji coba publik di Google Labs. Saat itu, aksesnya masih terbatas pada beberapa negara berbahasa Inggris seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Selandia Baru.

Kini cakupannya jauh lebih luas.

Baca juga: AI Setara Manusia Tinggal Selangkah Lagi, Dunia Siap?

Google juga menyatakan bahwa fitur Pomelli kemungkinan akan terus berkembang. Pengembangan selanjutnya akan sangat bergantung pada masukan pengguna dari berbagai negara.

Bagi ekosistem UMKM digital, kehadiran alat seperti ini bisa menjadi penanda arah baru pemasaran. AI tidak lagi sekadar alat eksperimen teknologi, tetapi mulai menjadi alat kerja sehari-hari bagi pelaku usaha kecil.

Dan bagi banyak UMKM, ini bisa menjadi cara baru untuk bersaing di pasar digital yang semakin padat. ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *