Aksara | Kembali ke Fitri

Di hari yang fitri, kita pulang pada diri, pada sesama, dan pada makna yang sempat terlupa. Foto: Ilustrasi/ Levent Simsek/ Pexels.
Perjalanan yang Sunyi

SELAMA sebulan, waktu berjalan dengan ritme yang berbeda. Pagi dimulai lebih awal, siang terasa lebih panjang, dan malam diisi dengan jeda yang lebih dalam.

Puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Puasa adalah latihan yang sunyi tentang kesabaran, tentang mengendalikan diri, dan tentang memahami batas-batas yang sering kita abaikan dalam keseharian.

Tidak semua proses itu terlihat.
Tapi, setiap orang menjalaninya dengan caranya sendiri.

Belajar dari yang Sederhana

Di bulan Ramadan, hal-hal kecil menjadi lebih bermakna. Segelas air saat berbuka terasa cukup. Sepiring makanan menjadi pengingat bahwa tidak semua orang memiliki kemewahan yang sama.

Baca juga: Aksara | Buku yang Tak Terbeli

Dari sana, tumbuh kesadaran yang pelan, bahwa hidup tidak selalu tentang memiliki lebih banyak, tetapi tentang memahami apa yang sudah ada.

Kesabaran, kepedulian, dan kebersamaan hadir bukan sebagai teori, melainkan sebagai pengalaman.

Makna Kembali

Idulfitri sering dimaknai sebagai kembali ke fitrah, ke keadaan yang bersih. Namun, kembali tidak selalu berarti menjadi seseorang yang benar-benar baru.

Kadang, hanya tentang mengingat kembali hal-hal yang pernah kita tahu, tetapi sempat kita lupakan.

Baca juga: Aksara | Satu Pekan, Dua Momentum

Tentang meminta maaf dan memberi maaf.
Tentang merapikan hubungan yang sempat renggang.
Tentang kembali melihat sesama dengan lebih jernih.

Yang Kita Bawa Pulang

Perayaan mungkin hanya berlangsung satu atau dua hari. Tetapi, makna yang dibawa seharusnya tidak berhenti di sana.

Jika Ramadan adalah perjalanan, maka Idulfitri adalah titik jeda. Tempat kita menoleh ke belakang, melihat apa yang telah dilalui, dan memutuskan apa yang ingin kita bawa ke hari-hari berikutnya.

Baca juga: Aksara: Kita Ganti Tahun, tapi Pikiran Tetap Sama

Mungkin tidak semua hal berubah.
Tetapi, selalu ada ruang untuk menjadi sedikit lebih baik dari sebelumnya.

Dan mungkin, itu sudah cukup.

Salam literasi.

Catatan Redaksi
  • Aksara adalah rubrik khusus mulamula.id yang hadir setiap akhir pekan untuk menggugah publik agar kembali ke khitah ilmu, yakni membaca, memahami, dan berpikir. Lewat tulisan reflektif, satir, hingga inspiratif, Aksara mengingatkan bahwa peradaban besar tidak lahir dari kecepatan scroll, tapi dari halaman yang dibaca dengan sabar.

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Dukung Jurnalisme Kami: https://saweria.co/PTMULAMULAMEDIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *