
mulamula.id – Dua huruf. Nilainya tembus Rp 1,1 triliun. Itulah harga yang dibayar Kris Marszalek untuk membeli domain AI.com, sebuah alamat internet yang langsung masuk daftar domain termahal sepanjang sejarah.
Langkah ini sontak memantik tanya. Mengapa sebuah nama website bisa bernilai setara proyek infrastruktur? Apa yang sebenarnya sedang dibidik?
Bukan Ganti Nama, tapi Ganti Arah
Pembelian AI.com sempat memunculkan spekulasi soal masa depan Crypto.com. Apakah raksasa kripto itu akan bergeser total ke kecerdasan buatan?
Jawabannya, tidak.
Marszalek memilih jalur paralel. Crypto.com tetap berjalan sebagai platform pertukaran aset kripto. Sementara AI.com berdiri sebagai entitas baru, dengan fokus yang sama sekali berbeda.
Bukan kripto. Tapi, agen kecerdasan buatan.
AI yang Tak Sekadar Menjawab
AI.com tidak diposisikan sebagai chatbot pintar. Visi yang dibawa jauh lebih ambisius.
Platform ini dirancang untuk menampung agen AI otonom, perangkat lunak yang bukan hanya merespons perintah, tapi menjalankan tindakan nyata atas nama pengguna.
Baca juga: ASEAN vs Deepfake, Indonesia Dorong Aturan Bersama Lawan Manipulasi AI
Mulai dari mengelola tugas, mengirim pesan lintas aplikasi, menyusun alur kerja, membangun proyek digital, hingga melakukan transaksi seperti jual-beli saham. Bahkan urusan remeh seperti memperbarui profil di aplikasi kencan daring pun bisa didelegasikan.
AI bukan lagi asisten. Tapi, pekerja digital.
Privasi Jadi Janji Besar
Di tengah kekhawatiran global soal kebocoran data, AI.com menawarkan pendekatan berbeda. Seluruh agen AI disebut akan berjalan dalam sistem enkripsi berbasis kunci milik pengguna.
Artinya, kontrol data berada di tangan pemilik akun, bukan sepenuhnya di platform. Narasi yang ingin dibangun jelas, yakni AI boleh makin pintar, tapi privasi tidak boleh ditinggalkan.
Baca juga: Di Balik Kecerdasan AI, Ada Listrik dan Air yang Terus Terkuras
Informasi mengenai pembelian AI.com, visi pengembangan platform, hingga rencana komersialisasi agen AI ini dilaporkan oleh Bitcoin.com News.
Dari Domain Mahal ke Mimpi AGI
Peluncuran AI.com dilakukan bersamaan dengan penayangan iklan di ajang Super Bowl, panggung mahal untuk pesan besar.
Marszalek bahkan menyebut proyek ini sebagai bagian dari pergeseran fundamental evolusi AI. Target jangka panjangnya bukan sekadar produk, melainkan jaringan terdesentralisasi berisi miliaran agen AI yang bisa saling berbagi peningkatan kemampuan.
Baca juga: UI Buka Jurusan AI, Mahasiswa Disiapkan Bangun Otak Mesin
Jika itu terwujud, jalurnya bisa mengarah ke AGI (Artificial General Intelligence), AI yang mampu belajar, beradaptasi, dan memecahkan persoalan kompleks layaknya manusia.
Masih jauh. Masih teoritis. Tapi ambisinya terang.
Gratis, tapi Tak Sepenuhnya
AI.com akan tersedia gratis untuk publik. Namun perusahaan juga menyiapkan paket berlangganan dengan fitur lanjutan, mulai dari kapasitas input lebih besar hingga kemampuan tambahan.
Modelnya klasik era digital, yakni kses dibuka, fitur premium dijual.
Pembelian AI.com menegaskan satu hal, di era kecerdasan buatan, nama domain bukan sekadar alamat. Domain bisa menjadi fondasi ekosistem, identitas bisnis, bahkan pertaruhan masa depan.
Dan Rp 1,1 triliun itu? Bukan harga dua huruf. Melainkan harga sebuah ambisi besar. ***
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.