Artemis II Bersiap Mendarat, Delapan Menit Kritis Hadapi Panas 2.760 Derajat

Empat astronot misi Artemis II berfoto di dalam kapsul Orion saat menjalankan observasi Bulan, di tengah perjalanan bersejarah mereka mengelilingi orbit Bulan. Foto: NASA.

JAKARTA, mulamula.id Setelah mencetak sejarah di orbit Bulan, empat astronot misi Artemis II kini bersiap pulang. NASA menjadwalkan kapsul Orion kembali ke Bumi pada Jumat (10/4) waktu Amerika Serikat, atau Sabtu pagi WIB.

Pendaratan akan dilakukan di Samudra Pasifik, dekat lepas pantai San Diego. Perjalanan panjang mengelilingi Bulan pun memasuki fase paling menegangkan, masuk kembali ke atmosfer Bumi.

Pulang dari Rekor

Empat astronot, Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen, menutup misi dengan catatan luar biasa. Mereka menjadi manusia yang menjelajah paling jauh dari Bumi, dengan total perjalanan lebih dari 1,1 juta kilometer.

Namun, bagian tersulit justru belum selesai.

Delapan Menit Penentuan

Saat kapsul Orion memasuki atmosfer dari ketinggian sekitar 120 kilometer, kecepatannya mencapai 38.000 kilometer per jam.

Dalam delapan menit yang menentukan, suhu di permukaan kapsul bisa menyentuh 2.760 derajat Celsius. Gesekan dengan atmosfer menciptakan lapisan plasma pijar yang menyelimuti Orion, sekaligus memutus komunikasi sementara dengan pusat kendali.

Ini adalah fase yang selalu menjadi ujian dalam setiap misi luar angkasa berawak.

Strategi Diubah

Pengalaman dari Artemis I menjadi pelajaran penting.

Pada misi sebelumnya, pelindung panas mengalami kerusakan akibat ekspansi gas dalam material Avcoat. Untuk mengurangi risiko, Artemis II menggunakan sudut masuk yang lebih curam. Tujuannya, mempercepat durasi melewati panas ekstrem.

Baca juga: Artemis II Lintasi Bulan Hari Ini, Manusia Pecahkan Rekor Jarak Terjauh

Pendekatan ini membuat tekanan meningkat, tetapi waktu paparan panas bisa dipersingkat.

Dari Langit ke Laut

Setelah melewati fase plasma, Orion memasuki tahap perlambatan.

Parasut akan terbuka bertahap. Tiga parasut utama berdiameter lebih dari 35 meter akan mengembang di ketinggian sekitar 2.900 meter. Sistem ini menurunkan kecepatan kapsul hingga di bawah 32 kilometer per jam, cukup aman untuk mendarat di laut.

Di bawah, tim penyelamat dari Angkatan Laut Amerika Serikat telah bersiaga. Kapal amfibi USS John P. Murtha menjadi pusat operasi, didukung helikopter untuk mengevakuasi kru sesaat setelah kapsul menyentuh air.

Penutup Misi, Awal Tahap Baru

Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, para astronot akan keluar dari kapsul dalam kondisi selamat. Misi selesai. Tetapi dampaknya jauh lebih besar.

Artemis II bukan hanya soal rekor atau perjalanan mengelilingi Bulan. Misi ini adalah uji nyata menuju target berikutnya, mengirim manusia kembali mendarat di Bulan, dan membangun kehadiran jangka panjang di sana.

Langkah berikutnya sudah menunggu. ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *