Empat Bos OJK Mundur Sehari, Pasar Modal RI Lagi Kenapa?

Kantor pusat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta. Empat pimpinan lembaga ini mundur dalam satu hari di tengah gejolak pasar modal. Foto: OJK.

GELOMBANG pengunduran diri mengguncang pucuk pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam satu hari, empat pejabat tinggi lembaga pengawas sektor keuangan itu resmi melepas jabatan.

Nama terbaru adalah Mirza Adityaswara, wakil ketua Dewan Komisioner OJK. Ia mengundurkan diri pada Jumat (30/1). Keputusan ini membuat daftar pejabat OJK yang mundur hari itu bertambah menjadi empat orang.

Beberapa jam sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar juga menyatakan mundur. Dua pejabat lain yang ikut melepaskan jabatan adalah Inarno Djajadi dan Aditya Jayaantara, yang selama ini menangani pengawasan pasar modal, derivatif, dan bursa karbon.

OJK Pastikan Layanan Tetap Jalan

Di tengah kabar mengejutkan ini, OJK langsung memberi pernyataan resmi. Intinya jelas, roda pengawasan dan kebijakan tetap berjalan.

Tugas Wakil Ketua Dewan Komisioner untuk sementara akan dijalankan sesuai aturan yang berlaku. OJK menekankan bahwa proses pengawasan industri keuangan, pelayanan ke masyarakat, dan stabilitas sistem tetap dijaga.

Baca juga: Tiga Pimpinan OJK Mundur Beruntun, Pasar Modal Indonesia Masuk Fase Evaluasi Besar

Lembaga ini juga menegaskan komitmennya pada tata kelola yang baik, transparansi, dan akuntabilitas. Semua proses pengunduran diri disebut sudah disampaikan sesuai undang-undang dan akan diproses berdasarkan UU OJK serta UU P2SK.

Bukan Terjadi di Ruang Kosong

Rentetan pengunduran diri ini muncul di momen yang sensitif. Pasar modal Indonesia sedang dalam tekanan.

Pagi harinya, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Iman Rachman, lebih dulu mengundurkan diri. Ini terjadi setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok tajam hingga memicu trading halt dua hari berturut-turut.

Baca juga: Ada Apa dengan Pasar Modal Indonesia di Mata Dunia?

Tekanan makin terasa setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) menangguhkan rebalancing indeks saham Indonesia untuk Februari 2026. Keputusan ini dibaca pelaku pasar sebagai sinyal kewaspadaan investor global terhadap kualitas pasar domestik.

Pesan “Tanggung Jawab Moral”

Mahendra Siregar menyebut langkah mundur dirinya dan jajaran pengawas pasar modal sebagai bentuk tanggung jawab moral. Tujuannya, mendukung proses pemulihan yang dibutuhkan di tengah gejolak pasar.

Pesan ini penting. Artinya, pengunduran diri tidak semata urusan personal. Ada dimensi kepercayaan pasar yang sedang diuji.

Baca juga: Bos BEI Mundur Usai IHSG Guncang Pasar, Reformasi Bursa Dipercepat

Bagi investor, stabilitas bukan cuma soal angka. Kredibilitas lembaga pengawas juga ikut dihitung. Saat pucuk pimpinan regulator berganti serentak, pasar akan bertanya siapa yang memegang kendali, dan seberapa cepat arah kebijakan bisa kembali solid?

Ujian Kepercayaan Publik

Buat Gen Z yang mulai melek investasi, ini jadi momen belajar besar. Pasar modal bukan cuma soal cuan cepat. Di balik layar, ada sistem pengawasan, aturan, dan orang-orang yang menjaga permainan tetap adil.

Baca juga: Free Float Naik 15%, OJK Benahi Pasar Saham

Sekarang, tantangannya ada pada OJK. Lembaga ini harus membuktikan bahwa transisi kepemimpinan tidak mengganggu fungsi pengawasan. Kepercayaan publik dan investor harus dipulihkan lewat langkah nyata, bukan sekadar pernyataan.

Karena di pasar keuangan, rasa percaya itu mahal. Sekali goyah, butuh waktu panjang untuk menguatkannya lagi. ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *