Friderica “Kiki” Widyasari Dewi, Sosok di Balik Kursi Ketua OJK Baru

Friderica Widyasari Dewi menyampaikan paparan dalam sebuah acara di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). DPR memilihnya sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK periode 2026–2031. Foto: fridericawidyasari.

JAKARTA, mulamula.idNama Friderica Widyasari Dewi kini menjadi sorotan setelah DPR memilihnya sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2026–2031.

Perempuan yang akrab disapa Kiki itu bukan wajah baru di dunia pasar modal Indonesia. Kariernya telah lama bergulir di berbagai lembaga penting yang menjadi tulang punggung industri keuangan nasional.

Pengalaman panjang itulah yang kini membawanya ke posisi tertinggi di lembaga pengawas sektor jasa keuangan Indonesia.

Berangkat dari Dunia Bursa

Friderica lahir di Cepu, Jawa Tengah, pada 28 November 1975. Karier profesionalnya di industri pasar modal dimulai ketika ia bergabung dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2005.

Di lembaga tersebut, Kiki meniti karier cukup cepat. Ia akhirnya dipercaya menjadi Direktur Pengembangan Pasar BEI pada 2009 hingga 2015.

Baca juga: Friderica ‘Kiki’ Widyasari Dewi Terpilih Jadi Bos OJK 2026-2031

Pada masa itu, pasar modal Indonesia tengah berkembang pesat dengan semakin banyak perusahaan yang melantai di bursa.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu fondasi penting dalam perjalanan kariernya di industri keuangan.

Memimpin Lembaga Infrastruktur Pasar Modal

Setelah meninggalkan BEI, Kiki melanjutkan kariernya di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), lembaga yang berperan penting dalam sistem penyimpanan dan penyelesaian transaksi efek di pasar modal.

Ia sempat menjabat Direktur Keuangan KSEI pada 2015–2016. Tak lama kemudian, ia dipercaya menjadi Direktur Utama KSEI pada 2016–2019.

Baca juga: Era Influencer Saham Diawasi Ketat, OJK Tangani 32 Kasus Baru

Di bawah kepemimpinannya, KSEI memperkuat sistem infrastruktur pasar modal yang menjadi fondasi bagi transaksi efek di Indonesia.

Karier Berlanjut di Industri Sekuritas

Setelah memimpin KSEI, Friderica kemudian masuk ke industri sekuritas. Ia dipercaya menjadi Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas pada 2020 hingga 2022.

Posisi ini membuatnya semakin dekat dengan dinamika pelaku pasar, investor, serta berbagai produk investasi di pasar modal Indonesia.

Pendidikan dan Sertifikasi Profesional

Selain pengalaman profesional, Friderica juga memiliki latar belakang akademik yang kuat. Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2001.

Kemudian ia melanjutkan studi Master of Business Administration (MBA) di California State University, Amerika Serikat, yang diselesaikan pada 2004.

Baca jugas: Pasar Modal RI Dibongkar Ulang, OJK Luncurkan 8 Jurus Reformasi

Pada 2019, ia kembali ke UGM dan meraih gelar doktor di bidang Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan.

Di bidang profesional, ia juga mengantongi sertifikasi Wakil Manajer Investasi (WMI) dan Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE) yang diterbitkan oleh OJK.

Memimpin OJK di Era Transformasi Keuangan

Kini, dengan pengalaman panjang di pasar modal dan lembaga keuangan, Friderica dipercaya memimpin OJK untuk lima tahun ke depan.

Tantangan yang menanti tidak ringan. Industri jasa keuangan tengah menghadapi perubahan besar, mulai dari digitalisasi layanan keuangan, munculnya aset kripto, hingga meningkatnya risiko kejahatan finansial berbasis teknologi.

Di bawah kepemimpinannya, OJK diharapkan mampu menjaga stabilitas sektor keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *