Instagram Hapus Enkripsi DM, Privasi Mundur atau Strategi Baru Meta?

Ilustrasi aplikasi Instagram di ponsel pengguna. Meta akan menghentikan fitur enkripsi end-to-end pada DM mulai Mei 2026. Foto: Brian Ramirez/ Pexels.

Mulamula.id Keputusan besar datang dari Instagram. Platform ini akan menghentikan fitur enkripsi end-to-end (E2EE) untuk pesan pribadi mulai 8 Mei 2026. Artinya, percakapan di DM tak lagi sepenuhnya “tertutup”.

Langkah ini langsung memicu satu pertanyaan besar, apakah ini soal keamanan, atau justru arah baru bisnis data?

Privasi Tak Lagi Default

Selama ini, enkripsi end-to-end membuat pesan hanya bisa dibaca oleh pengirim dan penerima. Bahkan platform pun tidak bisa mengaksesnya.

Namun di Instagram, fitur ini memang tidak pernah jadi standar. Pengguna harus mengaktifkannya secara manual. Dan ternyata, tidak banyak yang melakukannya.

Meta mengakui hal itu.

“Sangat sedikit orang yang memilih menggunakan pesan dengan enkripsi end-to-end di DM,” kata juru bicara Meta, dikutip dari The Guardian.

Baca juga: Kuasai Instagram Live: Tips untuk Pengguna Baru

Keputusan pun diambil. Fitur dihapus. Fokus diarahkan ke platform lain dalam ekosistem mereka.

Jika masih ingin chat terenkripsi, pengguna diarahkan ke WhatsApp.

Dari Janji 2019 ke Realita 2026

Keputusan ini terasa kontras dengan visi lama.

Pada 2019, CEO Meta, Mark Zuckerberg, sempat menjanjikan masa depan komunikasi yang sepenuhnya terenkripsi di seluruh platform, yakni Facebook, Instagram, dan WhatsApp.

Implementasi sempat mulai berjalan pada 2023.

Namun kini, arah itu berubah. Instagram justru mundur dari jalur enkripsi.

Ini menandai pergeseran strategi. Bukan sekadar teknis, tapi juga filosofi platform.

Tekanan Keamanan Global

Di balik keputusan ini, ada tekanan yang tidak kecil. Lembaga seperti FBI, Interpol, hingga National Crime Agency selama ini mengkritik enkripsi.

Alasannya jelas. Enkripsi membuat aparat sulit mendeteksi kejahatan digital.

Kasus eksploitasi anak, jaringan teror, hingga perdagangan ilegal sering tersembunyi di balik sistem pesan tertutup.

Baca juga: Rahasia Privasi: Cara Mudah Mematikan Status Online di Instagram

Otoritas keamanan digital di Australia bahkan menyebut, enkripsi tetap penting, tapi harus diimbangi sistem pencegahan risiko.

Tanpa itu, platform bisa kehilangan kendali terhadap konten berbahaya.

Ilustrasi aplikasi Instagram di ponsel pengguna. Meta akan menghentikan fitur enkripsi end-to-end pada DM mulai Mei 2026. Foto: Solen Feyissa/ Pexels.
Antara Keamanan dan Hak Digital

Di sisi lain, kritik datang dari kelompok hak digital.

Tom Sulston dari Digital Rights Watch melihat langkah ini sebagai sinyal perubahan model bisnis.

Instagram mungkin ingin kembali ke akar, media sosial terbuka.
Sementara fungsi chat privat dipisahkan ke platform lain seperti WhatsApp.

Ini bukan sekadar fitur dihapus. Ini reposisi.

Faktor Bisnis Tak Bisa Diabaikan

Ada satu dimensi lain yang tak kalah penting, data.

Tanpa enkripsi, platform punya potensi lebih besar untuk memahami isi percakapan. Ini bisa berdampak pada:

  • akurasi iklan
  • pengembangan AI chatbot
  • personalisasi konten

Baca juga: Meta Blokir 150.000 Akun Scam, Perang Lawan Penipuan Online Memanas

Meta memang belum mengonfirmasi hal ini secara eksplisit. Tapi arah industrinya jelas.

Data adalah bahan bakar utama ekonomi digital. Dan DM adalah salah satu sumber data paling “jujur”.

Apa Dampaknya ke Pengguna?

Jawaban langsung, privasi percakapan di Instagram akan berkurang.

Pengguna kini harus lebih sadar.
DM bukan lagi ruang privat sepenuhnya.

Baca juga: Mulai 28 Maret, Anak di Bawah 16 Tahun Tak Bisa Akses Media Sosial

Jika ingin komunikasi aman, pilihan ada. Tapi, harus pindah platform.

Antara Kenyamanan dan Kontrol

Langkah Instagram membuka diskusi yang lebih luas. Apakah pengguna rela mengorbankan privasi demi keamanan dan kenyamanan? Atau justru sebaliknya?

Yang jelas, batas antara media sosial dan layanan pesan kini semakin tegas.

Dan keputusan ini bisa menjadi preseden bagi platform lain. ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *