
INDUSTRI baja Indonesia mulai menunjukkan tanda kebangkitan. Produksi naik. Penjualan membaik. Dukungan kebijakan juga menguat. Di tengah tekanan impor murah dan persaingan global, perkembangan ini memberi angin segar bagi industri strategis nasional.
Salah satu motor pemulihan itu adalah PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Dalam forum bersama DPR, manajemen perusahaan menyampaikan tren perbaikan kinerja dan langkah transformasi yang sedang berjalan.
Direktur Utama Krakatau Steel, Akbar Djohan, menekankan bahwa tantangan industri baja saat ini semakin kompleks.
“Paradigma persaingan industri baja saat ini bukan lagi sekadar perusahaan melawan perusahaan, melainkan regulasi pemerintah melawan regulasi pemerintah,” ujarnya.
Pernyataan itu menggambarkan bahwa kebijakan perdagangan, standar teknis, dan dukungan industri kini menjadi penentu utama daya saing baja nasional.
Baja dan Masa Depan Energi Bersih
Namun kebangkitan industri baja terjadi di era yang berbeda. Dunia sedang bergerak menuju produksi yang lebih bersih dan rendah emisi karbon. Baja, yang selama ini dikenal sebagai industri berat, justru memegang peran penting dalam pembangunan energi terbarukan.
Baca juga: Krakatau Steel Cetak Laba, Restrukturisasi Mulai Tunjukkan Hasil
Menara turbin angin, struktur panel surya, rel kereta listrik, hingga fasilitas industri kendaraan listrik bertumpu pada baja. Artinya, industri baja punya posisi strategis dalam rantai pasok transisi energi.

Foto: Krakatau Steel.
Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, menyebut momentum ini sebagai peluang pembenahan industri nasional.
“Ruang penguatan industri baja nasional masih sangat besar, termasuk melalui modernisasi teknologi yang lebih ramah lingkungan,” katanya.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa arah kebijakan tidak hanya fokus pada perlindungan pasar domestik, tetapi juga mendorong pembaruan teknologi agar industri lebih efisien dan selaras dengan tren global.
Dukungan Kebijakan dan Transformasi Industri
DPR pun menegaskan posisi baja sebagai sektor strategis. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid, menilai penguatan industri baja penting untuk ketahanan ekonomi nasional.
“Industri baja adalah tulang punggung pembangunan nasional yang menopang berbagai sektor strategis,” ujarnya.
Dukungan ini memberi ruang bagi industri dalam negeri untuk bertumbuh sekaligus berbenah. Investasi baru di sektor hulu baja juga membuka peluang membangun fasilitas produksi dengan teknologi yang lebih efisien sejak awal.
Baca juga: Peta Baru Saham Danantara, Tambang dan Baja Favorit 2025
Perubahan menuju industri rendah emisi memang tidak instan. Butuh investasi, inovasi, dan dukungan kebijakan yang konsisten. Namun arah ini juga membuka peluang baru: baja yang diproduksi dengan standar lebih bersih akan semakin dibutuhkan di masa depan.
Kebangkitan Krakatau Steel dan industri baja nasional hari ini bukan hanya tentang bertahan. Ini tentang menyiapkan langkah berikutnya agar industri Indonesia tetap relevan di era ekonomi hijau. Dan di situlah optimisme mulai tumbuh, baja nasional hidup kembali, dengan peluang melangkah menuju masa depan yang lebih ramah lingkungan. ***
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.