
JAKARTA, mulamula.id – Meja makan Lebaran hampir selalu penuh. Opor ayam, rendang, sambal goreng, hingga lontong jadi “bintang utama”. Sulit ditolak. Tapi di balik nikmatnya santan, ada risiko yang sering datang diam-diam, perut begah hingga gangguan pencernaan.
Kabar baiknya, kamu tetap bisa makan semuanya. Asal tahu batasnya.
Dokter spesialis penyakit dalam, Waluyo Dwi Cahyono, menegaskan satu prinsip sederhana, tidak ada makanan yang dilarang, yang ada hanya porsi yang perlu dijaga.
“Semua boleh dikonsumsi, tapi jangan berlebihan,” ujarnya dalam sebuah diskusi kesehatan.
Atur Porsi, Kunci Utama
Masalah bukan pada opor atau rendang. Masalahnya ada pada “berapa banyak” kamu makan.
Tubuh sebenarnya punya sistem alami. Lambung manusia bekerja optimal ketika diisi seimbang, ada ruang untuk makanan, cairan, dan juga udara. Ketika semua ruang itu dipenuhi makanan, lambung akan bekerja lebih keras dari seharusnya.
Baca juga: Bukan Sekadar Bingkisan, Ini Alasan Orang Kirim Hampers Saat Lebaran
Di titik ini, rasa tidak nyaman mulai muncul. Perut terasa penuh, begah, bahkan bisa memicu refluks asam lambung atau GERD. Kondisi ini sering terjadi tanpa disadari, terutama saat kita makan terlalu cepat atau terlalu banyak dalam satu waktu.

Lemak Boleh, tapi Jangan Kebablasan
Hidangan Lebaran identik dengan santan dan lemak. Ini yang sering jadi “jebakan kedua”.
Padahal, lemak tetap dibutuhkan tubuh. Lemak berperan dalam metabolisme, membantu penyerapan vitamin, dan mendukung regenerasi sel. Masalah muncul ketika jumlahnya berlebihan.
Konsumsi lemak jahat (LDL) yang terlalu tinggi bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk gangguan jantung. Karena itu, penting untuk tetap sadar porsi, bukan sekadar jenis makanannya.
Strategi Makan Cerdas Saat Lebaran
Cara paling aman menikmati hidangan Lebaran sebenarnya tidak rumit. Kuncinya ada pada ritme makan.
Mulailah dari porsi kecil. Beri waktu tubuh untuk beradaptasi setelah sebulan berpuasa. Di sela makan, jangan lupa minum air putih agar proses pencernaan tetap berjalan baik.
Baca juga: Jakarta Ubah Malam Takbiran Jadi Pesta Jalanan Tanpa Kendaraan
Tidak semua menu harus dicicipi sekaligus. Menikmati secara bertahap justru membuat pengalaman makan lebih nyaman. Dan yang paling penting, berhenti sebelum rasa kenyang itu berubah menjadi begah.
Nikmati Lebaran Tanpa Kompromi Kesehatan
Lebaran bukan soal menahan diri dari makanan enak. Justru soal menikmati momen, tanpa harus membayar dengan masalah kesehatan.
Dengan porsi yang tepat, kamu tetap bisa menikmati opor, rendang, dan semua menu favorit. Tanpa rasa bersalah. Tanpa perut “protes”.
Karena pada akhirnya, Lebaran bukan hanya tentang apa yang kita makan. Tapi bagaimana kita merayakannya dengan tubuh yang tetap sehat. ***
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.