Mudik Meledak: Penumpang KAI Tembus 150%, Kursi Tak Lagi Cukup

Kereta api jarak jauh melintas membawa ribuan pemudik, saat lonjakan penumpang Lebaran 2026 menembus rekor tertinggi dalam satu hari. Foto: Dok. KAI.

JAKARTA, mulamula.idMudik Lebaran tahun ini mencatat satu fenomena baru di jalur rel. Kereta api bukan hanya penuh. Tapi, melampaui kapasitas kursi yang tersedia.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat rekor tertinggi pengguna kereta api jarak jauh pada Minggu (22/3). Jumlahnya mencapai 242.773 pelanggan. Angka itu setara 150,7 persen dari kapasitas tempat duduk.

Kursi Jadi Dinamis

Sekilas terdengar janggal. Bagaimana mungkin penumpang bisa melebihi jumlah kursi?

Jawabannya ada pada sistem perjalanan yang semakin adaptif.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa dalam satu perjalanan, satu kursi tidak selalu ditempati oleh satu orang dari awal hingga akhir. Kursi yang sama bisa digunakan bergantian oleh penumpang dengan rute berbeda dalam satu lintasan perjalanan.

Dengan pola ini, kapasitas layanan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada jumlah kursi fisik. Satu kursi bisa “hidup” lebih dari sekali dalam satu perjalanan.

Lonjakan Terus Naik

Lonjakan ini bukan terjadi dalam semalam. Sejak awal periode Angkutan Lebaran pada 11 Maret, jumlah penumpang terus meningkat. Dari okupansi sekitar 63 persen, perlahan menembus 100 persen, hingga akhirnya mencapai puncaknya di atas 150 persen pada 22 Maret.

Baca juga: Isi Ulang Air Gratis di Stasiun, Cara KAI Kurangi Plastik Sekali Pakai

Memasuki 23 Maret, tren itu masih berlanjut. Lebih dari 222 ribu pelanggan dijadwalkan berangkat, dengan tingkat keterisian sementara sudah menyentuh 139 persen. Angka ini masih berpotensi bertambah seiring penjualan tiket yang terus berjalan.

Secara total, selama periode 11 hingga 22 Maret, KAI telah melayani lebih dari 2,5 juta penumpang di Jawa dan Sumatra. Angka ini mempertegas bahwa kereta api tetap menjadi pilihan utama untuk mobilitas Lebaran.

Arus Balik Menguat

Di sisi lain, tekanan mulai bergeser ke fase berikutnya, arus balik.

Data KAI menunjukkan, jumlah penumpang yang tiba di Jakarta kini mulai melampaui yang berangkat. Pada 23 Maret saja, lebih dari 51 ribu penumpang tiba di wilayah Daop 1 Jakarta, lebih tinggi dibandingkan jumlah keberangkatan yang berada di kisaran 43 ribu.

Baca juga: KAI Ubah Ketentuan, Pembatalan Tiket Kereta Api Lebih Cepat

Arus balik ini didominasi oleh pergerakan dari kota-kota besar di Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, hingga sebagian Jawa Barat. Stasiun-stasiun utama seperti Pasarsenen dan Gambir kembali menjadi titik paling padat.

Puncak arus balik diperkirakan berlangsung hingga akhir Maret, dengan volume harian yang tetap tinggi meski perlahan menurun mendekati awal April.

Tiket Hampir Habis

Di tengah tingginya permintaan, tiket kereta api jarak jauh hampir habis terjual. Tingkat penjualan sudah menembus lebih dari 98 persen. Namun peluang belum sepenuhnya tertutup.

KAI mendorong masyarakat untuk lebih fleksibel dalam memilih jadwal dan rute. Skema perjalanan lanjutan atau connecting train menjadi salah satu opsi yang kini semakin relevan.

Sementara itu, tiket kereta lokal masih relatif tersedia karena sistem pemesanannya yang baru dibuka mendekati hari keberangkatan.

Baca juga: Tiket Kertas Tinggal Kenangan, Boarding Cukup Modal Wajah

Untuk menjaga layanan tetap optimal, KAI menambah frekuensi perjalanan, memperkuat layanan pelanggan, hingga meningkatkan pengamanan di stasiun dan dalam perjalanan.

Mudik tahun ini menunjukkan satu perubahan penting. Kapasitas tidak lagi hanya soal jumlah kursi, tapi soal bagaimana sistem mampu mengelola pergerakan penumpang secara lebih dinamis.

Dan di situlah kereta api menemukan momentumnya. ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *