Pendukung Maduro Turun ke Jalan, Delcy Rodriguez Resmi Pimpin Venezuela

Delcy Rodriguez memimpin pertemuan bersama pejabat sipil dan militer Venezuela di Caracas. Foto ini dibagikan melalui akun Instagram pribadi Delcy Rodriguez, @delcyrodriguezv, menyusul pengangkatannya sebagai presiden. Foto: Instagram/ @delcyrodriguezv.

Mulamula.id Ribuan pendukung Nicolas Maduro membanjiri jalanan Caracas, Senin (5/1) waktu setempat. Aksi massa itu digelar bersamaan dengan pelantikan Delcy Rodriguez sebagai Presiden Venezuela.

Rodriguez sebelumnya menjabat Wakil Presiden. Ia diambil sumpahnya dalam sidang Majelis Nasional, hanya beberapa hari setelah Presiden Nicolas Maduro ditangkap dan diterbangkan ke Amerika Serikat.

Di hadapan parlemen, Rodriguez menyebut pengangkatannya sebagai mandat untuk menjaga keberlangsungan negara. “Saya menjalankan tugas ini atas nama seluruh rakyat Venezuela,” ujarnya.

Jalanan Caracas Memanas

Di luar gedung parlemen, ribuan warga berkumpul sejak pagi. Mereka mengibarkan bendera nasional, membawa poster dukungan untuk Maduro, dan meneriakkan yel-yel perlawanan.

“Maduro, bertahanlah! Venezuela bangkit!” teriak massa secara bergantian.

Baca juga: Trump Tangkap Presiden Venezuela: Perang Narkoba, Minyak, atau Politik Global?

Kelompok milisi sipil yang dikenal sebagai Colectivos turut hadir. Kelompok ini selama bertahun-tahun dikenal sebagai pendukung garis keras pemerintahan Maduro.

Aksi protes itu menuntut satu hal utama, pembebasan Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang kini ditahan di Amerika Serikat.

“Terlepas dari apakah Maduro harus mempertanggungjawabkan sesuatu di pengadilan, ini bukan cara yang benar,” kata Flur Alberto, 32 tahun, salah satu demonstran, mengutip AFP.

Transisi Kekuasaan Darurat

Pelantikan Delcy Rodriguez terjadi setelah Mahkamah Agung Venezuela mengeluarkan perintah resmi. Pengadilan menilai Maduro tidak lagi mampu menjalankan tugas sebagai presiden.

Putusan itu menyebutkan bahwa Rodriguez harus segera mengambil alih jabatan kepala negara “dengan kepatuhan ketat terhadap Konstitusi dan hukum Venezuela.”

Ketua Dewan Konstitusi Venezuela, Tania D’Amelio, mengatakan keputusan tersebut diambil untuk mencegah kekosongan kekuasaan.

“Langkah ini diperlukan untuk menjamin keberlangsungan administrasi negara dan pertahanan nasional,” ujarnya, seperti dikutip Anadolu.

Negara Tanpa Presiden, Dunia Menyorot

Penangkapan Maduro oleh Amerika Serikat telah memicu guncangan politik di dalam negeri Venezuela. Di saat yang sama, dunia internasional menyorot legitimasi dan dampak hukum dari peralihan kekuasaan ini.

Baca juga: Maduro Tiba di New York, Didakwa Narkoterorisme di Pengadilan AS

Bagi para pendukung Maduro, pengangkatan Rodriguez dipandang sebagai langkah darurat, bukan solusi permanen. Bagi oposisi, momen ini dianggap sebagai titik balik politik Venezuela. ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *