
JAKARTA, mulamula.id – Banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat belum sepenuhnya reda. Namun, pemerintah mulai memasang target waktu yang jelas. Presiden Prabowo Subianto menyebut aktivitas masyarakat dan infrastruktur utama di wilayah terdampak ditargetkan pulih dalam dua hingga tiga bulan ke depan.
Target itu disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Senin (15/12). Ia mengakui pemulihan pascabencana tidak bisa instan. Medan berat. Akses terputus. Risiko keselamatan masih tinggi.
“Kita tidak punya tongkat Nabi Musa,” ujar Prabowo. Ia meminta publik memahami bahwa pemulihan skala besar butuh waktu, ketelitian, dan kerja lintas sektor.
Ribuan Alat Berat dan Hunian Sementara
Pemerintah pusat mengirimkan lebih dari 1.000 unit alat berat ke wilayah terdampak. Isinya beragam. Truk, ekskavator, hingga tangki air bersih dan air minum. Toilet portable juga disiapkan untuk lokasi pengungsian.
Untuk warga yang kehilangan rumah, pemerintah memerintahkan pembangunan hunian sementara. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman melaporkan rencana pembangunan 2.000 unit rumah bagi korban banjir dan longsor.
Baca juga: Jembatan Putus Tersambung Lagi, Akses Bireuen-Aceh Tengah Pulih
Di sisi infrastruktur, rehabilitasi jembatan menjadi prioritas. Sebanyak 50 jembatan Bailey sedang dibangun. Tujuh di antaranya sudah selesai dan mulai difungsikan. Akses jalan darat yang sempat lumpuh sebagian besar kini kembali terbuka, meski masih ada wilayah yang terisolasi.
Listrik Berangsur Pulih, tapi Risiko Masih Mengintai
Pemulihan listrik berjalan bertahap. Presiden menyebut sebagian besar wilayah terdampak kini sudah kembali mendapat pasokan listrik. Namun, tantangannya belum selesai.
Kabel listrik yang terendam air masih berbahaya. Kesalahan kecil bisa berujung fatal. Karena itu, Prabowo meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan PLN bekerja ekstra hati-hati.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melaporkan kapasitas pembangkit listrik di Banda Aceh mencapai 110 MW. Sekitar 60 MW sudah disalurkan ke warga. Sisanya masih menunggu pemulihan jaringan.
Sekitar 80–90 persen gardu induk telah terpasang. Jika sesuai rencana, seluruhnya rampung dalam beberapa hari ke depan. Setelah itu, pasokan dari Arun dan Bireuen bisa kembali mengalir ke jalur transmisi Sumatra.
Namun, tidak semua desa bisa langsung dialiri listrik. Banyak tiang roboh. Jalan rusak. Beberapa wilayah masih tergenang air. Dalam kondisi seperti itu, menyalakan listrik justru berisiko menciptakan korban baru.
Ulama Aceh: Ini Darurat Nasional
Di tengah upaya teknis pemerintah, suara moral datang dari Aceh. Muzakarah Ulama Aceh 2025 secara resmi meminta Presiden Prabowo menetapkan banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sebagai Darurat Bencana Nasional.
Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk H Faisal Ali, yang dikenal sebagai Abu Sibreh, menilai status nasional penting untuk mempercepat pemulihan dan membuka akses bantuan kemanusiaan internasional secara terkoordinasi.
Muzakarah ini digelar bersamaan dengan doa bersama untuk korban bencana di halaman Masjid Raya Baiturrahman. Bagi para ulama, bencana ini bukan sekadar peristiwa alam. Ini peringatan serius.
Peta Jalan Pascabencana dan Lingkungan yang Rusak
Ulama Aceh juga mendorong langkah jangka panjang. Mereka meminta Gubernur Aceh Muzakir Manaf bersama para kepala daerah menyusun peta jalan pembangunan pascabencana yang terintegrasi.
Fokusnya bukan hanya bangun ulang. Tapi juga mitigasi bencana, pemulihan lingkungan, penguatan ekonomi warga, serta perlindungan sekolah dan rumah ibadah. Anggaran daerah pun diminta direvisi agar selaras dengan kebutuhan darurat.
Baca juga: Kenapa Warganet Sampai Kepikiran Patungan Beli Hutan?
Satu pesan lain ditegaskan dengan keras, transparansi bantuan dan penegakan hukum. Ulama menuntut pengelolaan bantuan yang amanah, serta tindakan tegas terhadap pelaku perusakan lingkungan yang memperparah bencana.
Pemulihan Sumatra kini bukan sekadar soal kecepatan. Tapi tentang pilihan arah. Bangkit seperti semula, atau membangun lebih tahan bencana. ***
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.