Rantis Brimob Lindas Ojol di Jakarta, Istana Minta Polisi Usut Tuntas

Mensesneg sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi. Foto: Wikipedia.

JAKARTA, mulamula.idIstana Kepresidenan bereaksi cepat atas insiden tragis yang terjadi di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Kamis (29/8) malam. Seorang pengendara ojek online (ojol) dilaporkan tewas setelah kendaraan taktis (rantis) Barracuda yang diduga milik Brimob melindas tubuhnya saat aparat membubarkan massa aksi.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa kepolisian harus segera mengusut kasus ini secara transparan.
“Kami meminta aparat untuk tetap sabar, hati-hati, dan memberikan atensi penuh pada kejadian tersebut. Presiden juga menyampaikan rasa prihatin dan permohonan maaf atas insiden yang tidak diinginkan ini,” ujar Prasetyo.

Kronologi di Lapangan

Insiden bermula ketika aparat mencoba membubarkan aksi unjuk rasa yang sudah berlangsung sejak siang di depan Kompleks DPR/MPR/DPD RI. Massa yang menolak dibubarkan melakukan perlawanan dengan batu, petasan, hingga botol, sementara polisi merespons dengan gas air mata dan water cannon.

Di tengah situasi ricuh, sebuah rantis Barracuda melaju kencang di Jalan Penjernihan I. Video amatir warga yang beredar luas di media sosial memperlihatkan kendaraan tersebut melindas seorang pengendara ojol. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun dinyatakan meninggal dunia.

Setelah kejadian, rantis itu justru mempercepat laju kendaraan dan meninggalkan lokasi. Warga yang marah bahkan sempat mengejar hingga ke Jalan Layang Non-Tol Casablanca.

Reaksi dan Langkah Lanjut

Peristiwa ini menimbulkan gelombang kemarahan publik di media sosial. Tagar terkait kejadian tersebut langsung menjadi trending, menuntut pertanggungjawaban pihak kepolisian.

Prasetyo menambahkan, pemerintah terus berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk memastikan situasi tetap terkendali. “Sekecil apa pun insiden, tetap patut disayangkan. Negara tidak ingin hal-hal seperti ini terulang,” tegasnya.

Bentrok di sekitar Kompleks Parlemen sendiri meluas ke beberapa titik, antara lain Jalan Penjompongan, Bendungan Hilir, KS Tubun Petamburan, dan Palmerah. Situasi baru mereda setelah aparat memperketat pengamanan hingga menjelang tengah malam. ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *