
JAKARTA, mulamula.id – Tidak semua atlet pulang dari arena pertandingan dengan medali dan cerita biasa. Rizki Juniansyah justru membawa pulang kejutan besar, kenaikan pangkat dua tingkat di tubuh TNI. Dari Letnan Dua, ia langsung menyandang pangkat Kapten.
Pengumuman itu datang tanpa aba-aba. Rizki baru mengetahuinya saat Prabowo Subianto menyampaikannya langsung dalam acara penyerahan bonus atlet berprestasi SEA Games 2025 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/1/2026). Reaksinya spontan kaget, haru, sekaligus bangga.
“Ini kehormatan besar. Saya baru tahu langsung dari Bapak Presiden dan Panglima,” ujar Rizki usai acara.
Prestasi yang Dibayar Kepercayaan
Kenaikan pangkat itu bukan hadiah instan. Rizki baru saja memecahkan rekor dunia angkat besi di SEA Games 2025. Sebelumnya, ia juga meraih emas di Olimpiade Paris 2024, capaian yang mengantarkannya direkrut ke TNI dengan pangkat Letnan Dua.
Baca juga: Rizki Juniansyah, Pahlawan Emas Kedua Indonesia di Olimpiade Paris 2024
Yang membuat kisah ini menonjol, jarak waktunya. Rizki baru dilantik sebagai Letnan Dua pada 27 November 2025. Tak lama berselang, pangkatnya melonjak menjadi Kapten. Dua tingkat sekaligus.
“Jujur saya tidak menyangka. Baru dilantik, lalu langsung naik dua tingkat,” katanya.
Disiplin Atlet, Disiplin Prajurit
Bagi Rizki, medali bukan hasil kebetulan. Ia menekankan latihan panjang, konsistensi, dan pengorbanan. Apresiasi negara, menurutnya, menjadi energi tambahan untuk melangkah lebih jauh.
Ia sadar beban yang dipikul kini lebih besar. Bukan hanya membawa nama pribadi, tetapi juga satuan TNI, cabang olahraga angkat besi, dan Indonesia. “Ini tanggung jawab,” ucapnya singkat.
Target Berikutnya: Asian Games 2026
Euforia tak membuatnya lengah. Rizki sudah menatap target berikutnya, emas di Asian Games 2026. Ia menyebut level persaingan lebih berat dan menuntut energi ekstra—fisik dan mental.
“Harus kerja mati-matian lagi,” katanya.
Baca juga: Rizki Juniansyah, Bintang Baru Angkat Besi Olimpiade Paris 2024
Indonesia di Papan Atas
Di ajang SEA Games 2025, Indonesia mencatatkan performa solid. Total 91 emas berhasil diraih, melampaui target 80 emas. Tambahan 111 perak dan 131 perunggu mengokohkan Indonesia di peringkat kedua, posisi terbaik sejak 1995.
Di tengah angka-angka itu, cerita Rizki berdiri sendiri. Tentang kerja keras, kepercayaan negara, dan lompatan karier yang jarang terjadi. Dari podium angkat besi, langsung ke pangkat Kapten. ***
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.