Soetta Tembus Peringkat Dunia, Layanan Bandara RI Makin Kompetitif

Suasana area check-in di Terminal Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Bandara ini meraih peringkat kedua dunia kategori 50–60 juta penumpang versi Skytrax 2026. Foto: Dok. Injourney.

JAKARTA, mulamula.idBandara Indonesia kembali mencatatkan prestasi di level global. Bandara Soekarno-Hatta kini masuk jajaran elite dunia.

Dalam ajang World Airport Awards 2026 yang dirilis Skytrax, Bandara Soekarno-Hatta berhasil meraih peringkat kedua dunia untuk kategori bandara dengan kapasitas 50–60 juta penumpang per tahun.

Capaian ini bukan sekadar soal posisi. Ini tentang pengalaman yang dirasakan langsung oleh penumpang.

Pengalaman Penumpang Jadi Penentu

Skytrax menyusun peringkat ini berdasarkan survei global yang melibatkan jutaan penumpang dari berbagai negara. Mereka menilai pengalaman nyata, dari proses keberangkatan hingga kedatangan.

Yang diukur bukan sekadar infrastruktur, tetapi bagaimana bandara bekerja untuk pengguna. Efisiensi layanan menjadi faktor utama, terutama dalam mempercepat proses check-in hingga boarding tanpa hambatan.

Baca juga: Bandara Soekarno-Hatta, Gerbang Utama Indonesia ke Dunia

Di sisi lain, kenyamanan terminal ikut menentukan. Tata ruang, fasilitas duduk, hingga suasana keseluruhan menjadi bagian dari pengalaman yang dinilai.

Kebersihan juga menjadi standar yang tidak bisa ditawar. Bandara dengan kualitas layanan tinggi dituntut konsisten menjaga fasilitas tetap bersih dan layak digunakan.

Pengalaman ini diperkuat oleh kualitas layanan pendukung, mulai dari respons petugas hingga ketersediaan fasilitas tambahan yang memudahkan perjalanan.

Terakhir, akses menuju bandara menjadi faktor penting. Kemudahan menjangkau lokasi menjadi bagian dari keseluruhan pengalaman perjalanan.

Bermain di Liga Bandara Sibuk Dunia

Kategori 50–60 juta penumpang bukan kategori biasa. Ini adalah kelompok bandara dengan trafik tinggi dan kompleksitas operasional besar.

Persaingan di kelas ini ketat. Bandara harus mampu menjaga kualitas layanan di tengah volume penumpang yang terus bergerak.

Baca juga: Transjabodetabek Buka Rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta, Perjalanan 121 Menit

Masuk posisi kedua dunia menunjukkan satu hal: Soekarno-Hatta mampu menjaga standar layanan di tengah tekanan operasional yang tinggi.

Transformasi yang Mulai Terlihat

Dalam beberapa tahun terakhir, Bandara Soekarno-Hatta terus melakukan pembenahan. Tidak hanya pada infrastruktur, tetapi juga pada sistem layanan.

Modernisasi terminal dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan. Digitalisasi mulai diterapkan untuk mempercepat proses. Alur penumpang diperbaiki agar lebih efisien.

Hasilnya mulai terlihat. Pengalaman penumpang menjadi lebih rapi, lebih cepat, dan lebih nyaman.

Sinyal Kuat untuk Industri Penerbangan Nasional

Capaian ini memperkuat posisi Indonesia di industri penerbangan global. Bandara tidak lagi sekadar titik transit, tetapi menjadi representasi kualitas layanan sebuah negara.

Peningkatan ini juga berdampak lebih luas. Daya saing pariwisata ikut terdorong. Kepercayaan investor meningkat. Konektivitas global Indonesia semakin terbuka.

Bandara adalah wajah pertama yang dilihat dunia. Dan kini, wajah itu mulai mendapat pengakuan. ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *